Kereta Api. Foto : MI/Barry.
Kereta Api. Foto : MI/Barry.

Hemat Subsidi BBM, Kereta Api Didorong Gunakan LNG

Ekonomi kereta api lng bph migas
Suci Sedya Utami • 11 November 2020 20:16
Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong kereta api menggunakan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) guna memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM). Jika berhasil, Indonesia akan menjadi negara kelima di dunia yang memanfaatkan LNG untuk mengoperasikan kereta api.
 
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa menuturkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Pertamina (Persero) telah meneken nota kesepahaman pemanfaatan LNG untuk bahan bakar kereta api sejak 2015 silam. Pihaknya mendorong agar kesepakatan ini dapat segera diimplementasikan mengingat selama ini terkesan kedua belah pihak saling menunggu kesiapan masing-masing.
 
“Penggunaan LNG sebagai bahan bakar kereta api perlu segera diwujudkan untuk mengurangi subsidi BBM,” kata Ifan seperti dilansir dari laman resmi BPH Migas, Rabu, 11 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ifan mengatakan KAI masih mendapat alokasi BBM bersubsidi sebesar 240 ribu kiloliter (KL) pada tahun ini. Dengan selisih harga solar bersubsidi dan nonsubsidi sekitar Rp5 ribu per liter.
 
Menurut Ifan, terdapat potensi penghematan anggaran negara hingga Rp1,2 triliun jika bahan bakar kereta api diganti LNG. Sebagai gambaran harga LNG hanya sekitar USD5 per juta british thermal unit (million british thermal unit/MMBTU), sangat murah jika dibandingkan harga BBM yang sekitar USD15-USD20 per barel.
 
“Inilah salah satu tugas BPH Migas untuk efisiensi energi nasional,” ujar dia.
 
Apalagi, kata Ifan, pemanfaatan LNG dengan ISO tank sebagai bahan bakar kereta api bukanlah hal baru. Saat ini, terdapat empat negara yang telah berhasil merealisasikan diversifikasi energi ini antara lain Amerika Serikat, Kanada, Rusia, dan India. ISO tank juga telah banyak digunakan untuk memasok LNG bagi hotel dan pusat perbelanjaan di Indonesia. Pihaknya berharap KAI melanjutkan komitmen untuk beralih ke LNG meski tidak langsung sebagai bahan bakar kereta api.
 
“Bisa untuk penerangan gerbong terlebih dahulu, tetapi progresnya jelas. Jika langsung lokomotif saat ini mungkin terkendala, untuk pengadaan lokomotif baru kami harapkan langsung bisa dual fuel solar maupun LNG,” tutur dia.
 
Ke depan, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mengawal sinergi dan kolaborasi agar pemanfaatan LNG untuk bahan bakar kereta api dapat terwujud. Apabila berdasarkan hasil kajian penggunaan LNG tidak memenuhi tekno ekonomi, pihaknya akan mengusulkan agar dibuat Peraturan Presiden (Perpres) tentang harga LNG khusus untuk kereta Api sebagaimana Perpres Nomor 40 tahun 2016 yang mengatur harga gas tertentu untuk industri.
 
Uji coba
 
Direktur Pengelolaan Sarana PT KAI Azahari menuturkan pihaknya pun telah melakukan uji coba Diesel Dual Fuel (DDF) LNG sebagai bahan bakar kereta api pada 2016 dan 2017. Pada pengujian dinamis, peralatan instalasi tidak mengalami kendala selama operasional, tidak terdapat kebocoran atau kerusakan. Pada saat pengujian terakhir di Balai Yasa Yogyakarta, diketahui bahwa efisiensi penggunaan DDF LNG lebih rendah dibandingkan solar murni.
 
“Waktu uji coba hasilnya cukup bagus, tapi setelah itu penyediaan atau suplai gas tidak siap. Jika itu dipakai dengan ketidaksiapan suplai LNG, jatuhnya menjadi mahal,” kata Azahari.
 
Namun sayangnya setelah uji coba, rencana diversifikasi bahan bakar ke LNG ini tidak ada kelanjutannya. Pihaknya berharap, dengan inisiasi BPH Migas yang melibatkan Pertamina Group, bisa melanjutkan rencana diversifikasi tersebut. Ia bilang pihaknya siap mendukung konversi bahan bakar ini apalagi untuk efisiensi.
 
Senada, Direktur Utama PT Pertagas Niaga Linda Sunarti mengatakan konversi bahan bakar kereta api tidak dapat dilanjutkan lantaran adanya kendala kesiapan pasokan LNG,. Pasalnya, jika dilanjutkan, justru operasional KAI bakal terganggu.
 
“Nantinya jika diterapkan, harus terintegrasi semua. Apalagi secara komersial penggunaan LNG pada KAI layak diniagakan, Pertagas Niaga siap menyambut,” kata Linda.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif