Kilang Minyak Foto ; AFP.
Kilang Minyak Foto ; AFP.

ICP Oktober Naik Tipis Jadi USD38,07/Barel

Ekonomi minyak Minyak Mentah
Suci Sedya Utami • 10 November 2020 20:56
Jakarta: Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Oktober 2020 naik sebesar USD0,64 per barel dari USD37,43 per barel di September menjadi USD38,07 per barel.
 
Hal yang sama juga terjadi pada ICP Sumatra Light Crude (SLC) yang mengalami peningkatan sebesar USD0,53 per barel dari USD39,11 per barel menjadi USD39,64 per barel.
 
Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan peningkatan harga minyak mentah Indonesia disebabkan membaiknya marjin untuk produk light distillate di pasar Asia Pasifik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu ada beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional antara lain kekhawatiran pelaku pasar seiring peningkatan kasus covid-19 di sejumlah negara di dunia, terutama di Eropa yang menyebabkan penerapan kembali lockdown sehingga semakin meredupkan prospek perbaikan permintaan minyak.
 
Selain itu, Presiden AS yang sempat terdiagnosa covid-19 dikombinasikan dengan pelemahan pasar tenaga kerja AS, meningkatkan kekhawatiran pasar atas pemulihan ekonomi.
 
"Paket Stimulus Fiscal AS untuk menggerakkan kembali perekonomian yang terdampak pandemi akan dilanjutkan kembali proses negosiasinya setelah pemilihan Presiden AS," ujar Tim Harga Minyak Indonesia, Selasa, 10 November 2020.
 
Berlanjutnya produksi minyak mentah dari Norwegia setelah berakhirnya aksi mogok kerja pekerja offshore oil & gas dan peningkatan pasokan OPEC+ terutama pasokan Arab Saudi dan Rusia, termasuk juga peningkatan produksi dari negara-negara OPEC yang dikecualikan dari kuota pemotongan produksi (Iran, Venezuela dan Libya).
 
Faktor lainnya yakni produksi minyak mentah AS yang mencapai 11,1 juta barel per hari (bph), tertinggi sejak Juli dengan rekor kenaikan per minggu sebesar 1,2 juta bpd. Serta laporan OPEC Oktober 2020 memproyeksikan bahwa permintaan minyak mentah global akan mengalami penurunan sebesar 9,5 juta bph dan pasokan minyak mentah global diperkirakan meningkat sebesar 310 ribu bph hasil dari pulihnya produksi minyak mentah AS.
 
Baker Hughes melaporkan peningkatan operasional oil rig di AS, 221 oil rig, tertinggi sejak Mei. Terakhir, menguatnya nilai tukar dolar AS mengakibatkan investor mengalihkan investasi mereka dari pasar komoditas.
 
Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut juga dipengaruhi oleh stok minyak mentah Tiongkok yang tinggi setelah negara tersebut membeli minyak mentah dalam jumlah besar di musim semi lalu, saat harga minyak mentah rendah.
 
"Penurunan tingkat pengoperasian kilang di Asia, dengan tingkat operasional di Jepang turun ke level 70 persen dan Korea Selatan turun ke level 60 persen juga menyebabkan penurunan harga minyak mentah di kawasan Asia Pasifik," ujarnya.
 
Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Oktober 2020 dibandingkan September 2020 mengalami penurunan menjadi sebagai berikut:
 
- Dated Brent turun sebesar USD0,66 per barel dari USD40,81 per barel menjadi USD40,15 per barel.
-- WTI (Nymex) turun sebesar USD0,07 per barel dari USD39,63 per barel menjadi USD39,55 per barel.
- Basket OPEC turun sebesar USD1,29 per barel dari USD41,54 per barel menjadi USD40,25 per barel.
- Brent (ICE) turun sebesar USD0,35 per barel dari USD41,87 per barel menjadi USD41,52 per barel.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif