Ilustrasi jual beli online - - Foto: Medcom
Ilustrasi jual beli online - - Foto: Medcom

Pusat Perbelanjaan Perlu Gabungkan Konsep Penjualan Offline dan Online

Ekonomi mark plus pandemi covid-19 Pusat Perbelanjaan
Ilham wibowo • 16 Oktober 2020 21:29
Jakarta: MarkPlus, Inc. menilai pusat perbelanjaan perlu memadukan penjualanonlinedanofflinedemi meningkatkan kinerja operasional di masa pandemi. Pasalnya, masyarakat meminati belanja during dan luring sekaligus.
 
Head of High Tech, Property & Consumer Good Industry MarkPlus, Inc. Rhesa Dwi Prabowo mengatakan dari 104 responden di Indonesia, sebanyak 44,1 persen mencari dan membeli produk secaraonline. Sisanya 66,3 persen mengalami kendala karena tidak bisa memastikan kualitas produk yang dibeli.
 
“Setelah covid-19 selesai, 39,4 persen mengaku akan mengubah perilaku mereka menjadi lebih omni. Mereka mencari produk secaraonlinedan membeli secara offline,” papar Rhesa dalamMarkPlus Industry Roundtable: Retail Industry Perspectiveyang digelar virtual pada Jumat, 16 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasil survei juga menyajikan perbedaan kelompok barang yang dibeli secaraonlinedanoffline. Sebanyak 78,8 persen responden membeli kebutuhan pokok di toko konvensional dengan 71,2 persen bahan makanan segar dan 69,2 persen makanan dalam kemasan.
 
Sebaliknya, padachannel onlinebarang yang paling banyak dibeli adalah produkfashionsebesar 53,4 persen, produk kesehatan 49 persen dan 47,1 persen membeli produk kecantikan via daring.
 
“Kategori produk yang dibeli secaraonlinebukanlah produk yangurgent, hanya kebutuhan tersier. Sedangkan produk yanglifecycle-nya lebih pendek masih dibeli secaraoffline,” papar Rhesa.

 
Usia di bawah 34 tahun lebih sering mengunjungi mal dibandingkan usia di atasnya dengan frekuensi satu sampai tiga kali per bulan. Sebanyak 42,9 persen responden non-Jabodetabek mengaku perlu memastikan kualitas fisik barang yang ingin dibeli dan 50 persen responden Jabodetabek mengunjungi mall untuk mencari hiburan.
 
Selain mengunjungi mal di masa pandemi, masyarakat memiliki alternatif channel berbelanjaonlinedanoffline. Sebanyak 84,2 persen responden Jabodetabek lebih menyukai berbelanja die-commerce. Sedangkan 65,7 persen responden Non-Jabodetabek lebih memilih berbelanja di convenience store.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif