Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Dokumen Kemenko Marves
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Dokumen Kemenko Marves

Luhut Minta Proyek HPAL di Sorowako dan Pomalaa Perhatikan Lingkungan

Annisa ayu artanti • 28 November 2022 06:41
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta proyek HPAL (High Pressure Acid Leaching) di Sorowako, Sulawesi Selatan dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara memperhatikan kepentingan lingkungan sehingga dapat memperkuat posisi Indonesia dalam mata rantai nilai energi hijau. 
 
“Kami meminta agar proyek ini menyeimbangkan operasi komersial dengan keberlanjutan. Kita harus terus menjaga lingkungan dalam operasi, melalui praktik pertambangan yang baik dan konservasi," tuturnya pada Groundbreaking proyek HPAL Vale dan Huayou di Pomalaa yang dikutip Senin, 28 November 2022.
 
Luhut juga mengatakan proyek HPAL ini merupakan yang terbesar di dunia. Proyek HPAL ini membentuk suatu ekosistem yang sangat penting terutama dalam memproduksi baterai lithium sebagai pasokan kendaraan listrik.
 
"Orang tidak bisa membuat litium baterai tanpa HPAL ini,” ucapnya.
 
Pemerintah Indonesia, kata Luhut, selalu mengeluarkan kebijakan yang mementingkan kesehatan lingkungan. Pemerintah telah berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat, oleh karena itu Indonesia tengah mencoba untuk menggunakan energi terbarukan dan pensiun dini pada PLTU.
 
Baca juga: Susul Arab Saudi, Indonesia Bisa Jadi Raja Energi Baru 
 
“Lingkungan itu sangat penting, karena kami punya komitmen any policy yang keluar dari saya, saya bilang itu adalah untuk the interest of next generation of Indonesia. Tidak ada policy dari saya yang keluar dari saya yang menghancurkan anak cucu saya, anak-anak muda ini,” jelasnya.
 
Dengan begitu, Luhut meminta agar proyek ini dapat memanfaatkan bakat dan keahlian yang berkelanjutan, yaitu perkembangan sumber daya manusia khususnya pada PT Vale dan PT Huayou. 
 
Selain itu, pembangunan proyek HPAL ini diminta juga untuk dapat memperhatikan perkembangan ekonomi masyarakat sekitar serta mendukung usaha kecil dan menengah lokal agar masyarakat Sulawesi dapat tumbuh bersama.
 
“Proyek ini harus membangun fasilitas pendidikan, sekolah yang baik dan fasilitas kesehatan yang baik untuk masyarakat, dan untuk keluarga pekerja,” jelasnya. 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif