Ilustrasi. FOTO: Batubara Selaras Sapta
Ilustrasi. FOTO: Batubara Selaras Sapta

Indonesia Harus Ambil Peluang dari Permintaan Batu Bara di Eropa

Angga Bratadharma • 28 November 2022 21:12
Jakarta: PT Batubara Selaras Sapta (PT BSS) siap memacu laju bisnis di tengah meningkatnya permintaan batu bara di Eropa jelang datangnya musim dingin. Optimalisasi peluang itu juga menjadi penting apalagi Eropa menghentikan keran impor batu bara dari Rusia akibat perang yang terjadi di Ukraina.
 
"Permintaan batu bara dari Eropa semakin melonjak terutama pada masa musim dingin sekarang ini, di mana Indonesia menjadi salah satu negara substitusi impor batu bara Eropa setelah Eropa menyetop keran impor batu bara dari Rusia akibat krisis di Ukraina," ujar  Direktur Utama PT BSS Revli Orelius Mandagie, Senin, 28 November 2022.
 
Selain itu, ia menambahkan, BSS terus bersosialisasi dan bersilaturahmi dengan masyarakat setempat yang meliputi 12 desa/kelurahan di empat kecamatan dalam wilayah Kabupaten Paser. Dirinya mengatakan persiapan operasional perusahaan menjadi harapan besar untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di sana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya langkah itu memicu permintaan pasok impor dari Indonesia dengan potensi yang sangat menjanjikan, di mana diprediksi menjelang tutup buku 2022 nanti realisasi ekspor batu bara BSS bisa mencapai lima juta metrik ton, khusus untuk tujuan Eropa.

Baca: Sri Mulyani: Pelajar Harus Lebih Dekat dengan Uang Negara


Momentum ini, tambahnya, menjadi penting karena sejalan dengan pemasukan devisa dan penerimaan pajak negara untuk pembiayaan pembangunan. Revli berharap dengan dijalankannya proses industri penambangan batu bara maka pemanfaatan aset negara dapat berjalan sebagaimana mestinya.
 
"Tentunya untuk kesejahteraan maupun kemakmuran bangsa dan negara sebagaimana amanat konstitusi pasal 33 UUD 1945,” jelasnya.
 
Lebih lanjut, pelaksanaan putusan PK MA Nomor 168PK/Pdt/2016 Tanggal 15 Juni 2016 juncto Penetapan Eksekusi PN Jakarta Pusat Nomor 250/Pdt.P/2019/PN.Jkt.Pst Tanggal 25 September 2019 terkait perusahaan penambangan PT BSS sebagai pemegang konsesi PKP2B di wilayah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kini mengalami titik terang kepastian hukum.
 
Revli menyampaikan dalam rangka pelaksanaan Putusan PK MA RI, telah dilaksanakan perubahan ke-23, dengan Pengesahan Surat Keputusan KEMENKUMHAM RI, nomor: AHU.0051034.AH.01.02 Tahun 2022, tanggal 21 Juli 2022, terakhir Perubahan ke-4, dengan Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM nomor: AHU.0052039.AH.01.02 Tahun 2022, tanggal 21 Juli 2022.
 
Dengan dasar ini, jajaran manajemen PT BSS tancap gas dengan tengah mempersiapkan berbagai hal untuk memulai tahapan produksi, sebagaimana Surat Keputusan Kementerian ESDM Nomor 233.K/30/DJB/2019 tanggal 3 Desember 2019.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif