Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Pemerintah Diminta Tuntaskan Kendala Investasi Sektor Pertambangan

Whisnu Mardiansyah • 25 November 2022 21:21
Jakarta: Sektor pertambangan salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara hinggaSeptember 2022 dengan total sekira Rp130 triliun menurut Kementerian ESDM. Sektor ini potensial dengan pertumbuhan positif setiap tahunnya. 
 
Menurut Angggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Royanto Purba, pelaku usaha pertambangan nasional harus didukung penuh pemerintah. Masalah yang kerap dihadapi para pelaku usaha pertambangan adalah kendala investasi.
 
“Permasalahan selama ini adalah soal investor. Banyak IUP yang mangkrak karena tidak memenuhi kecukupan pendanaan”, tutur Roy di Jakarta, Jumat, 25 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Roy juga memandang perlunya pemerintah memberi akses yang lebih luas bagi para investor demi keberlangsungan usaha di bidang pertambangan. Sebab kekayaan sumber daya alam Indonesia membutuhkan sentuhan-sentuhan kapital yang besar dan kuat. Tentu saja, sentuhan-sentuhan tesebut harus terwadahi dalam bentuk pengawasan yang baik.
 
Baca: Holding Industri Tambang Siap Berperan Penting dalam Hilirisasi Produk

“Jika pemerintah fokus mengkapitalisasi usaha pertambangan ini, bisa dibayangkan betapa besarnya potensi ekonomi yang akan terus bertumbuh di Indonesia di masa depan," kata Roy.  
 
Para pelaku usaha pertambangan dalam negeri perlu bersinergi dan berkolaborasi. Khususnya pelaku usaha pertambangan batu bara mereka harus berkomitmen bagi peningkatan ekonomi dalam negeri.
 
Baru-baru ini tersiar kabar pertemuan antara dua pelaku usaha tambang, yakni Haji Robert dan Dato Low Tuck Kwong. 
 
Sekjen Masyarakat Pertambangan Indonesia, Tayeb Demara, mengharapkan kolaborasi pelaku usaha pertambangan harus membuahkan karya. Salah satunya mendukung modernisasi sektor usaha pertambangan.
 
“Kita berharap melalui peran investasi yang baik akan menciptakan suasana berusaha yang lebih berkualitas melalui pemaksimalan usaha berbasis digital, transparan dan akuntabel," ungkap Tayeb.
 
Tayeb juga menegaskan pentingya pemerintah mempermudah dan memangkas alur birokrasi agar para investor semakin merasakan kenyamana dalam berinvestasi.
 
Diketahui, Dato Low Tuck Kwong dikenal sebagai pendiri PT Bayan Resources Tbk. Selama bertahun-tahun Low menjalin usaha bersama Haji Robert, termasuk Low pernah membeli salah satu tambang milik Haji Robert.
 
Sementara, Haji Robert adalah juga pemilik Indotan Group, yang merupakan group perusahaan konglomerasi dengan berbagai lini bisnis di Indonesia.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif