Dompet digital GoPay. Foto: Medcom.id/Husen.
Dompet digital GoPay. Foto: Medcom.id/Husen.

Dominasi GoPay Dorong Konsistensi Pertumbuhan Segmen Bisnis Finansial GoTo

Husen Miftahudin • 30 November 2022 19:31
Jakarta: Segmen bisnis jasa keuangan, GoTo Financial milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan konsistensi pertumbuhan bisnis yang impresif. Hal ini tercermin dari dominasi GoPay di layanan dompet digital nasional.
 
Pada kinerja kuartal III-2022, GoTo mencatat pendapatan kotor (gross revenue) segmen bisnis finansialnya sepanjang sembilan bulan menembus Rp1,192 triliun. Angka ini meningkat 50 persen dibandingkan Rp794,522 miliar pada sembilan bulan 2021.
 
Khusus dalam tiga bulan pada periode kuartal ketiga 2022 saja, gross revenue GoTo Financial tercatat sebesar Rp433,352 miliar. Angka tersebut naik 47 persen dibandingkan Rp293,300 miliar pada kuartal III-2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun dari sisi Gross Transaction Value (GTV), peningkatannya lebih signifikan lagi yaitu sebesar 78 persen. Sebesar Rp97,1 triliun pada sembilan bulan tahun ini dibandingkan Rp54,7 triliun pada sembilan bulan di 2021.
 
"Saya menaruh perhatian yang menarik ke GoTo Financial karena menghadirkan ekosistem yang cukup komplit dengan layanan yang lebih luas," ungkap Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda dalam keterangan resminya, Rabu, 30 November 2022.
 
Faktor paling utama kekuatan GoPay, menurutnya, memang karena akses dalam ekosistem untuk pembayaran di Gojek (ride-hailing, taksi online, GoFood), dan belanja di Tokopedia. "Jadi cukup komplit dan tenant (merchant)-nya cukup besar mulai dari UMKM hingga restoran besar," jelasnya.
 
Ke depan, Nailul meyakini, layanan GoPay dan industri dompet digital akan terus berkembang. Terutama karena masih ada ruang pertumbuhan yang besar di daerah non kota besar di Indonesia.
 
"Memang ada potensi untuk ekspansi ke daerah dengan beberapa perhatian terutama tiga hal; infrastruktur, SDM, dan kebutuhan masyarakatnya," ujar dia.
 
Baca juga: Rhenald Kasali: PHK GOTO Bukan karena Resesi!

 
Hal tersebut sejalan dengan terus tumbuhnya ekonomi digital di Indonesia. "Saya punya keyakinan bahwa bisnis fintech (Financial Technology, termasuk dompet digital) dan penunjangnya akan menjadi bisnis penopang ekonomi digital," yakin Nailul.
 
Sebab, apapun layanan digitalnya, pasti membutuhkan fintech, khususnya untuk sistem pembayaran. "Transaksi digital dan non digital pun bisa dilayani oleh fintech payment," terusnya.
 
Hal ini sejalan dengan riset bertajuk Consistency That Lead: E-Wallet Industry Outlook 2023 yang dilakukan Survei Insight Asia dan dirilis pada 28 November 2022, dimana GoPay unggul dengan angka 71 persen sebagai dompet digital yang paling banyak digunakan konsumen. Konsisten sejak lebih dari lima tahun terakhir.
 
GoPay juga mendapatkan angka 84 persen dari aspek kepuasan konsumen. Tempat kedua adalah OVO (80 persen) dan diikuti Dana (75 persen).
 
Secara umum, menurut riset ini, industri dompet digital semakin menjadi pilihan masyarakat dalam bertransaksi sehari-hari dengan 71 persen responden aktif menggunakannya untuk berbagai macam pembayaran. Tempat kedua adalah uang tunai (49 persen) diikuti transfer bank (24 persen), QRIS (21 persen), Paylater (18 persen), kartu debit (17 persen), dan virtual Account transfer (16 persen).
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif