Ilustrasi pengembangan teknologi 4.0 - - Foto: Medcom
Ilustrasi pengembangan teknologi 4.0 - - Foto: Medcom

RI-Singapura Perkuat Kualitas SDM Industri hingga Empat Kali Lipat

Ekonomi teknologi indonesia-singapura Revolusi Industri 4.0 Kualitas SDM
Suci Sedya Utami • 09 Juli 2021 13:57
Jakarta: Indonesia dan Singapura semakin mempererat kerja sama dalam upaya pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, khususnya dalam pengembangan teknologi industri 4.0.
 
Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian RI dengan Singapore Polytechnic.
 
"Ini merupakan komitmen nyata dari kami dalam mendukung program pemerintah pada implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang salah satu tujuannya adalah menghasilkan SDM industri yang siap memasuki era industri 4.0,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan, Jumat, 9 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala BPSDMI Eko S.A Cahyanto mengemukakan pada 2018-2019 Kemenperin telah memfasilitasi pelatihan sebanyak 100 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) produktif. Pelatihan ini hasil dari program link and match antara SMK dengan industri di seluruh wilayah Indonesia, yang berhasil melibatkan 500 guru penerima manfaat dari program tersebut.
 
“Kegiatan pelatihan dilaksanakan di kampus ITE Singapura yang didukung oleh Temasek Foundation,” ujar Eko.
 
Pada 2020, Temasek Foundation kembali mendukung program kolaborasi antara BPSDMI Kemenperin dengan Singapore Polytechnic dalam program pelatihan SDM industri 4.0 melalui hasil MoU yang ditandatangani 2019.
 
“Saat ini, dari target output yang telah ditetapkan sebanyak 96 orang, penerima manfaat dari pelatihan ini telah mencapai 380 orang. Ini artinya hampir empat kali lipat dari target,” tutur Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri BPSDMI Kemenperin, Iken Retnowulan.
 
Senior Director Temasek Foundation Gerald Yeo menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung program pengembangan SDM yang diinisiasi oleh Kemenperin dalam bentuk peningkatan kompetensi tenaga pengajar yang akan melakukan multiplikasi kepada lebih banyak orang.
 
“Melihat kesuksesan penyelenggaraan pelatihan ini, Temasek berniat untuk melanjutkan kerja sama seperti ini,” ujar Gerald.
 
Sementara itu, Deputy Principal Singapore Polytechnic Georgina Phua menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang antusias mengikuti semua rangkaian pelatihan ini walaupun dihadapkan dengan kondisi yang mengharuskan pelatihan dilaksanakan secara online karena dampak pandemi.
 
“Singapore Polytechnic membuka peluang untuk kerja sama lanjutan untuk bidang teknis yang lebih luas,” jelas Georgina.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif