General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Octavianus Duha, menjelaskan kedua infrastruktur ketenagalistrikan tersebut berfungsi untuk mengevakuasi daya dari pembangkit-pembangkit berkapasitas besar di Pulau Jawa, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang berkapasitas 2x1.000 megawatt (MW), PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6 yang berkapasitas 2x1.000 MW.
"Infrastruktur transmisi dan gardu induk ini diharapkan dapat semakin meningkatkan keandalan dan kapasitas pasokan listrik serta dapat memacu pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah utara Pulau Jawa," ungkap Octavianus dalam keterangan resmi, Kamis, 3 Juni 2021.
Terdiri dari 545 tower dan satu Low Level Gantry, SUTET 500 kV PLTU Tanjung Jati B-Pemalang (Batang) membentang sepanjang 2 x 227,81 kilo meter sirkuit dari PLTU Tanjung Jati B, Jepara, Ungaran, hingga ke GITET 500 kV Batang.
Sementara itu, GITET 500 kV Batang yang berkapasitas 1.120 Mega Volt Ampere (MVA) terletak di Desa Kenconorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Perseroan melibatkan lebih dari 3.500 tenaga kerja lokal dalam pembangunannya, infrastruktur ketenagalistrikan tersebut berpotensi menghemat hampir Rp20 miliar per hari.
“GITET ini akan semakin meningkatkan keandalan tegangan sistem backbone 500 kV pulau Jawa dan menambah kapasitas pasokan listrik SUTET Jalur Utara Pulau Jawa yang membentang dari GITET Tanjung Jati B sampai GITET Cibatu Baru/Deltamas,” imbuh Octavianus.
Kini, kata Octavianus, pasokan listrik di pulau Jawa, khususnya pada sistem kelistrikan Jawa-Bali semakin terjaga, kapasitas meningkat dan semakin andal. Diharapkan hal ini dapat bermanfaat dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat serta mendukung program pemerintah terkait pengembangan investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News