Kendaraan Listrik. Foto ; Medcom/Ekawan R.
Kendaraan Listrik. Foto ; Medcom/Ekawan R.

Harga Kendaraan Listrik Masih Mahal, Pemerintah Perlu Beri Insentif Tambahan

Ekonomi insentif fiskal Kendaraan Listrik Energi Hijau
Eko Nordiansyah • 03 Desember 2021 11:46
Jakarta: Pemerintah sedang memacu ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Namun untuk mewujudkan cita-cita tersebut masih menghadapi tantangan. Sekretaris Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi yakni harga kendaraan listrik di Indonesia yang terbilang mahal.
 
Ia mengungkapkan mahalnya harga tadi membuat populasi kendaraan listrik masih rendah, yaitu baru sebanyak 565 unit. Padahal Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara dan anggota Gaikindo sudah menyiapkan produk kendaraan ramah lingkungan tersebut.
 
"Umumnya mobil listrik yang baterai elektrik penuh relatif masih rendah populasinya, sampai saat ini masih 565 unit karena harganya masih sangat tinggi," kata Kukuh dalam webinar, Jumat, 3 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini harga jual kendaraan listrik di Indonesia paling murah sekitar Rp600 juta, atau masih terlalu jauh dibandingkan dengan kemampuan daya beli kendaraan masyarakat yang di bawah Rp250 juta. Kondisi harga yang tinggi ini tentunya cukup berat untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik.
 
"Ini saya pikir cukup berat dan harganya cukup tinggi, jadi ada selisih harga sekitar Rp300 jutaan antara harga mobil listrik dengan harga kendaraan yang diminati masyarakat kita. Ini cukup berat," ujarnya.
 
Menurut Kukuh, negara-negara lain telah memberikan insentif berupa subsidi agar harganya terjangkau, sehingga masyarakat tertarik menggunakan kendaraan listrik. Cara ini dilakukan Tiongkok dengan memberi subsidi sebesar USD15 ribu per unit. Hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan yang memberikan subsidi.
 
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyebut dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengakselerasi ekosistem mobil listrik. Ia menilai, masyarakat membutuhkan kebijakan yang lebih menarik untuk membeli mobil listrik dibandingkan membeli mobil berbahan bakar fosil, sehingga dapat lebih banyak diminati.
 
"Kami kemukakan di sini terima kasih pemerintah telah menghapuskan PPnBM mobil listrik, tapi ada dua pajak yaitu PPN dan PPh yang dinikmati oleh mobil fosil namun belum dinikmati mobil listrik. Kami yakin dan berharap kebijakan pemerintah untuk dapat melakukan penghapusan dari PPn dan PPh tersebut sesuai yang dinikmati mobil fosil," ungkap dia.
 
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, untuk meningkatkan nilai tambah nikel menjadi baterai yang akan digunakan kendaraan listrik dibutuhkan investasi besar dan sejumlah perusahaan pun telah menyatakan minatnya untuk membangun industri kendaraan listrik di Indonesia.
 
"Banyak pelaku otomotif mengembangkan investasi di kita, kalau kita lihat Hyundai kurang lebih Rp20 triliun, ke depan Toyota juga akan berencana hingga 2032 Rp28 triliun dan Honda sekitar Rp74 triliun. Tadi LG sudah disebut sekitar Rp104 triliun, jadi kalau lihat dari ekosistem memang sebenarnya cukup mendukung dengan investor-investor," tuturnya.
 
Ia menambahkan untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat, meskipun Indonesia memiliki 20 persen cadangan nikel di dunia dan saat ini sejumlah fasilitas seperti pengisian daya sudah disediakan PLN. Menurut Tauhid, pemerintah harus membuat kebijakan yang lebih kuat untuk menetapkan insentif yang lebih menggiurkan.
 
"Sehingga investor lebih tertarik membangun industri kendaraan listrik di Indonesia. Memang kita lihat dalam waktu dekat kita sebenarnya sudah punya dukungan investasi ini ada beberapa paket insentif, tapi memang terkait regulasi berkaitan insentif yang diberikan pemerintah PP masih dirasakan kurang," pungkas dia.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif