Pertamina. Foto : Setkab.
Pertamina. Foto : Setkab.

Satu Investor Hengkang dari Proyek Kilang Balikpapan

Suci Sedya Utami • 01 Juni 2021 11:37
Jakarta: Salah satu calon mitra PT Pertamina (Persero) dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau pengembangan Kilang Balikpapan dikabarkan mundur.
 
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan dalam proses pemilihan mitra investasi atau equity partner telah mengerucut dua perusahaan yakni GIC Pte Ltd dan Mubadala. Ia bilang dalam perkembangannya ada hal yang belum dapat disepakati antara Pertamina dan calon mitra.
 
"Secara formal memang belum (ada pernyataan), namun dari informal salah satu pihak menyatakan mundur, yang satu pihak masih berlanjut pembahasannya," kata Nicke dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin, 31 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini mengatakan memang belum ada pernyataan resmi membatalkan rencana kerja sama dari kedua investor tersebut. Sehingga menurutnya masih ada kemungkinan untuk bermitra.
 
"Belum ada definitive call off, masih ada kemungkinan untuk  melihat kembali dari sisi struktur terkini," ujar Emma.
 
Kendati demikian, Nicke tidak terlalu khawatir apabila ada pihak yang hengkang sebab, Nicke mengatakan saat ini Indonesia Investment Authority (INA) juga menyatakan ketertarikan untuk masuk sebagai mitra di proyek tersebut.
 
"Kita sudah membuka juga komunikasi dengan INA," tutur Nicke.
 
Selain itu, lanjut Nicke porsi pendanaan yang ditawarkan Pertamina pada mitra dalam proyek tersebut pun tidak terlalu besar yakni sekitar USD500 juta-USD1 miliar. Sedangkan mayoritas akan berasal dari pinjaman.
 
"Kita harap dampak informal enggak menghambat progres proyek karena sebetulnya equity partner porsinya enggak terlalu besar. Untuk porsi loan berjalan terus," jelas Nicke.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif