Presiden Direktur UOB Indonesia Hendra Gunawan (Foto:Dok)
Presiden Direktur UOB Indonesia Hendra Gunawan (Foto:Dok)

UOB Indonesia Melihat Potensi Besar Ekonomi Kreatif Dukung Pemulihan Ekonomi RI

Ekonomi bank uob indonesia UOB Economic Outlook 2022
Gervin Nathaniel Purba • 17 September 2021 10:12
Jakarta: Bank UOB Indonesia turut mendukung upaya pemulihan industri pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) pada masa pandemi covid-19.
 
Bentuk nyata dukungan itu tertuang dalam penyelenggaraan diskusi yang melibatkan UOB Indonesia, nasabah, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara virtual, Senin, 13 September 2021. Diskusi tersebut berfokus pada pemanfaatan potensi parekraf dan pengembangan wisata domestik di Indonesia.
 
Pada kesempatan itu, Presiden Direktur UOB Indonesia Hendra Gunawan melihat adanya potensi besar dari para pelaku ekraf yang punya peran besar dalam memulihkan ekonomi Indonesia. Ekraf terbukti dapat bertahan menghadapi dinamika perekonomian termasuk dalam situasi pandemi.
 
"Dengan ekonomi digital, ekraf menjadi salah satu penggerak percepatan pemulihan ekonomi dengan mengoptimalkan kemandirian naisional dan kearfian lokal. Untuk itu dibutuhkan literasi, kreatifitas, dan sinergitas pemerintah dengan swasta mendorong ekonomi yang potensial," ujar Hendra.
 
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno yang turut hadir dalam webinar tersebut memandang situasi pandemi justru tidak menyurutkan para pelaku UMKM dan parekraf untuk menciptakan peluang baru. Sebab, kreativitas dan imajinasi tetap terus berjalan.
 
"Mereka mungkin terbatas secara fisik, tapi imajinasi, inovasi, dan kreasi terus bergerak," kata Sandi, biasa dia disapa.
 
Menurut Sandi, bonus demografi saat ini bisa memaksimalkan peluang tersebut. Terlebih generasi muda sudah sangat melekat dengan ekonomi kreatif.
 
Jika peluang ini bisa dimaksimalkan dan mampu beradaptasi usai pandemi, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menduduki peringkat nomor empat ekonomi terbesar di dunia pada 2045.
 
"Saya yakin bonus demografi sangat berpeluang," katanya.
 
Dalam paparannya, Sandi mengatakan kontribusi ekraf menempati posisi tiga besar dunia dengan kontribusi Rp1.100 triliun. Posisi pertama ditempati oleh Amerika Serikat (AS) dengan Hollywood. Lalu posisi kedua diisi oleh Korea Selatan dengan K-Pop.
 
"Indonesia masuk dari segi presentase kontribusi ekonomi kreatif pada PDB-nya dan ditopang oleh tiga sektor utama, yakni kuliner 42 persen, fesyen 18 persen, dan kria 15 persen," katanya.
 
Dalam mengembangkan industri parekraf, Kemenparekraf juga terus bekerja memaksimalkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam industri itu dengan pendekatan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.
 
"Kami apresiasi UOB Indonesia yang sudah menambahkan aspek inovasi dan mewujudkan kepedulian melalui UOB Painting. Hal ini membangun optimisme kita agar bisa mencari solusi bagi bangsa tercinta," ucap Sandi.
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif