AstraZeneca Indonesia membagikan sejumlah pendekatan yang menjadi bagian dari upayanya membangun tempat kerja yang nyaman dan mempertahankan predikat Best Place to Work selama lima tahun berturut-turut.
Perusahaan biofarmasi global berbasis sains tersebut kembali meraih sertifikasi Best Place to Work (BPTW) 2026. Penghargaan ini melanjutkan pencapaian perusahaan sejak 2022, sekaligus mencerminkan konsistensi upaya membangun lingkungan kerja yang mendukung karyawan.
Dalam penilaian tahun ini, AstraZeneca Indonesia memperoleh skor sertifikasi sebesar 85%. Sebanyak 94% karyawan juga menyatakan perusahaan tersebut sebagai salah satu tempat kerja pilihan utama mereka. Sementara itu, skor penilaian tahunan perusahaan tercatat stabil di kisaran 83% hingga 86% sepanjang periode 2022–2026.
Lantas, apa saja pendekatan yang dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman? Berikut lima hal yang menjadi bagian dari pendekatan AstraZeneca Indonesia.
1. Membangun budaya kerja yang memiliki tujuan jelas
Salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman adalah memastikan karyawan memahami tujuan dari pekerjaan mereka. Ketika pekerjaan memiliki makna yang jelas, karyawan dapat melihat kontribusi mereka sebagai bagian dari tujuan perusahaan yang lebih besar.
Dalam evaluasi Best Place to Work 2026, aspek purpose and pride atau tujuan dan kebanggaan menjadi salah satu pilar penilaian AstraZeneca Indonesia. Aspek ini berjalan beriringan dengan upaya membangun rasa bangga terhadap pekerjaan dan organisasi tempat karyawan berkontribusi.
2. Menciptakan budaya yang menghargai karyawan
Tempat kerja yang nyaman membutuhkan budaya organisasi yang mendukung hubungan positif antarkaryawan maupun antara karyawan dan manajemen. Lingkungan yang memungkinkan karyawan merasa didengar dan dihargai dapat menjadi bagian penting dalam membangun keterikatan terhadap perusahaan.
Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, mengatakan pencapaian lima tahun berturut-turut sebagai Best Place to Work memiliki arti khusus karena penilaiannya melibatkan suara karyawan.
"Ini adalah cerminan dari budaya kerja yang kami bangun bersama di AstraZeneca Indonesia. Yang membuat penghargaan ini istimewa adalah karena penilaiannya datang langsung dari suara karyawan kami sendiri," ujar Esra dalam keterangan resminya, Kamis, 22 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut menempatkan pengalaman karyawan sebagai salah satu unsur penting dalam mengevaluasi kualitas lingkungan kerja, bukan semata-mata kebijakan yang ditetapkan dari tingkat manajemen.
3. Memberikan kesempatan untuk terus berkembang
Kenyamanan di tempat kerja juga berkaitan dengan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan karier. Karyawan membutuhkan ruang untuk belajar, memperoleh pengalaman baru, serta mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.
AstraZeneca Indonesia memasukkan aspek growth and development atau pertumbuhan dan pengembangan sebagai salah satu pilar penilaian. Untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia, perusahaan menggelar lokakarya kepemimpinan manajerial serta menyediakan program pendampingan melalui coaching dan mentoring.
Perusahaan juga membuka kesempatan penugasan kerja di dalam maupun luar negeri. Melalui berbagai program tersebut, karyawan berkesempatan memperluas pengalaman sekaligus mengembangkan kompetensi profesional.
4. Menjaga keseimbangan kehidupan kerja
Lingkungan kerja yang baik tidak hanya berbicara mengenai pencapaian target, tetapi juga bagaimana karyawan dapat menjaga keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan kehidupan pribadi.
AstraZeneca Indonesia memfasilitasi skema kerja fleksibel sebagai bagian dari upaya mendukung keseimbangan kehidupan kerja atau work-life balance. Pendekatan ini menjadi salah satu aspek yang relevan dalam membangun pengalaman kerja yang lebih adaptif terhadap kebutuhan karyawan.
Fleksibilitas kerja dapat membantu perusahaan mengelola kebutuhan operasional sekaligus memberi ruang bagi karyawan untuk mengatur aktivitasnya. Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan dan kebutuhan masing-masing tim.
5. Memperhatikan kesehatan fisik dan mental karyawan
Kesejahteraan karyawan merupakan bagian lain yang turut menentukan kualitas lingkungan kerja. Selain pengembangan karier dan budaya organisasi, perusahaan perlu memperhatikan kondisi fisik maupun mental karyawan agar mereka dapat menjalankan pekerjaan secara berkelanjutan.
Dalam pilar workplace and wellbeing, AstraZeneca Indonesia menempatkan lingkungan kerja dan kesejahteraan sebagai salah satu aspek evaluasi. Perusahaan juga menyediakan program kebugaran fisik dan mental untuk mendukung kesejahteraan karyawan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembentukan lingkungan kerja yang nyaman tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas kantor. Perhatian terhadap kesejahteraan karyawan juga menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman kerja yang positif.
Esra menegaskan, sertifikasi Best Place to Work bukanlah tujuan akhir bagi perusahaan, melainkan dorongan untuk terus memperbaiki lingkungan kerja.
"Bagi kami, sertifikasi ini bukan garis finis, melainkan pengingat untuk terus mendengarkan, belajar, dan menghadirkan tempat kerja di mana setiap karyawan bisa tumbuh dan berkontribusi," tambahnya.
Konsistensi AstraZeneca Indonesia mempertahankan sertifikasi selama lima tahun berturut-turut memperlihatkan pentingnya evaluasi berkelanjutan dalam membangun budaya kerja. Lima aspek tersebut—mulai dari tujuan bersama, budaya yang mendukung, pengembangan karier, fleksibilitas kerja, hingga kesejahteraan—dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan yang ingin menciptakan lingkungan kerja lebih nyaman bagi karyawannya.