NTT. Foto : MI/Ramdani.
NTT. Foto : MI/Ramdani.

Politeknik ElBajo Kaji Indeks Daya Saing Pariwisata di Flores Timur

Ekonomi pariwisata indonesia Labuan Bajo NTT
Antara • 07 Juni 2021 11:15
Kupang: Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama kampus Politeknik elBajo Commodus Labuan Bajo secara kolaboratif melakukan penyusunan kajian Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) atau pengukuran Indeks Daya Saing Pariwisata yang ada di Kabupaten Flores Timur, NTT.
 
"TTCI sangatlah penting untuk mengukur tingkat daya saing destinasi dan sebagai bahan evaluasi kinerja branding destinasi. Hasil ini juga dapat menjadi pedoman bahan acuan bagi stakeholder dalam proses pengambilan kebijakan serta strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan," Moyo Hady Poernomo, saat dihubungi Antara, Senin, 7 Juni 2021.
 
Poernomo menyebutkan variabel yang dinilai antara lain produk, keterlibatan masyarakat, serta infrastruktur meliputi kualitas akses bandara, pelabuhan, dan pelayanan wisatawan. Selain itu regulasi dan pendukungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masing-masing mempunyai indikator tersendiri, misalnya untuk produk, kualitas produk nilainya 1.6, kemudian keterlibatan masyarakatnya 2.0. Masing-masing variabel itu memiliki indikator yang berbeda-beda," tambah dia.
 
Dari hasil kajian tersebut, Poernomo menjelaskan Kabupaten Flores Timur per variabel mendapatkan nilai secara keseluruhan yaitu 1,9.
 
Berdasarkan hasil kajian itu, kesimpulan yang bisa ditarik serta rekomendasi yang bisa diberikan untuk Kabupaten Flores Timur antara lain kalender wisata tahunan yang berkaitan dengan produk utama serta produk pendukung pariwisata Kabupaten Flores Timur, khususnya yang berkaitan dengan prosesi Semana Santa.
 
Kemudian perlu dilakukan kerja sama dengan pihak maskapai agar ada penerbangan langsung dari daerah-daerah yang menjadi kantung utama wisatawan seperti dari Labuan Bajo.
 
Yang terakhir adalah pelatihan story telling bagi pemandu wisata dan pelatihan-pelatihan lain yang mampu meningkatkan keterampilan dalam menceritakan suatu produk pariwisata.
 
Sementara itu dihubungi secara terpisah Direktur Industri dan Kelembagaan Pariwisata BOPLBF Neysa Amelia menjelaskan pariwisata merupakan sektor yang ada di hulu sampai hilir.
 
Masyarakat Flores Timur saat ini, kata dia, sangat produktif di sektor pertanian dan perkebunan, maka kehadiran BPOLBF diharapkan mampu mensinergikan lintas sektoral secara bersama untuk mengembangkan pariwisata.
 
"Mulai sekarang semua harus fokus mengembangkan seluruh potensi yang ada di Flores Timur," ujarnya.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif