Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

DEN Dorong Pembangunan Smelter Nikel di Indonesia

Antara • 27 September 2021 11:19
Jakarta: Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mendorong pembangunan smelter bijih nikel menjadi feronikel (FeNi) di Indonesia, karena akan meningkatkan nilai komoditas tambang tersebut.
 
"Selain itu, pengelolaan sumber daya nikel sampai ke proses pengolahan harus memperhatikan berbagai faktor, yaitu pasokan bijih nikel, pasokan energi harus bisa dijamin, dan kemudahan-kemudahan utama lainnya yang diperlukan oleh investor maupun calon investor yang akan membangun smelter, serta juga perlu adanya perhitungan kebutuhan energi untuk sampai ke produk FeNi," katanya saat kunjungan kerja DEN ke pabrik smelter nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Kawasan Industri Konawe, Desa Morosi, Sulawesi Tenggara, dilansir Antara, Senin, 27 September 2021.
 
Satya menambahkan pihaknya mendorong pembangunan smelter bagi pemilik tambang, sehingga integrasi dari hulu sampai hilir dapat berjalan. Sedangkan untuk royalti, lanjutnya, bisa dilakukan di hilir agar tidak memberatkan investor pada awal investasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di samping itu, menurut dia, pembangunan smelter akan menambah pemasukan bagi negara, daripada mengekspor nikel dalam bentuk bijih.
 
"Smelter yang akan dibangun juga akan memberikan efek berantai yang positif di sektor perekonomian, dengan adanya pemasok dan industri-industri pendukung lainnya, serta pastinya meningkatkan lapangan kerja," katanya.
 
Tantangan berikutnya, menurut Satya, produk smelter yang berbentuk nickel pig iron (NPI) dari Virtue Dragon ini harus diserap oleh industri turunannya atau lebih hilir lagi.
 
"Selain itu, juga akan terjadi pemerataan perekonomian," ujarnya.
 
Sementara itu, External Affair Manager VDNI Indrayanto mengatakan smelter nikel VDNI telah menggunakan teknologi pengolahan rotary kiln electric furnace yang  ramah lingkungan.
 
Indrayanto menambahkan pada 2020, VDNI mampu mengolah bijih nikel sebanyak 7,28 juta ton. Dengan kapasitas produksi VDNI mencapai satu juta ton FeNi, produksinya kini tercatat mencapai 674 ribu ton. Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan listriknya, VDNI membangun PLTU dengan kapasitas total 530 MW.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif