"Beriklan merupakan bagian dari promosi yang harus terus dijalankan. Ini merupakan upaya keberlangsungan dan pertumbuhan usaha yakni brand awareness, product awareness yang bisa terus dijaga persepsinya untuk consumer. Ketika momennya tepat, Anda harus beriklan. Ketika waktunya sedang tidak baik, Anda harus beriklan," ujar Erick Thohir dalam acara virtual Grand Launching Tadex, dilansir dari Antara, Rabu, 30 Juni 2021.
Di Kementerian BUMN, lanjut Erick, walaupun sama seperti di swasta, dengan 90 persen BUMN terdampak pandemi sedangkan untuk 10 persennya bisa bertahan dan tumbuh, BUMN tetap berkomitmen dalam mempromosikan produk, kegiatan dan sebagainya dengan beriklan. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa BUMN harus punya komitmen untuk mengutamakan menggunakan jasa media serta agensi lokal.
Menteri BUMN juga menyampaikan apresiasi untuk dedikasi dan ketangguhan para industri media serta periklanan dalam masa pandemi yang sangat menantang saat ini.
Pandemi jadi momentum semua industri untuk berbenah diri, termasuk industri media dan periklanan. Kuncinya beradaptasi, berinovasi, dan berkolaborasi.
"Kita semua harus optimistis dan yakin, walaupun ada pelemahan konsumsi, tantangan ekonomi, kebutuhan beriklan tidak akan hilang. Yang ada tentunya terjadi pergeseran kebutuhan secara platform dengan cara beriklannya yakni dengan digitalisasi," kata Erick.
Dia juga menambahkan, Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN berusaha menjadi penyeimbang dengan membangun ekosistem bersama swasta, salah satunya melalui lewat peluncuran Tanah Air Digital Exchange atau Tadex.
"Ini momen bersejarah bagi ekosistem periklanan digital, platform ini merupakan premium publisher programmatic Pertama karya anak bangsa yang tidak kalah dengan Google Ads dari Indonesia untuk Indonesia. Selamat atas peluncuran Tadex, Insya Allah dengan ridho Allah subhanahuwata'ala ekosistem perikanan Indonesia bangkit," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News