Gedung Kementerian Perindustrian. FOTO: Setkab
Gedung Kementerian Perindustrian. FOTO: Setkab

Implementasi Industri 4.0 Diyakini Jadi Strategi Tepat Bangkitkan Industri saat Pandemi

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi Indonesia Kementerian Perindustrian Revolusi Industri 4.0
Angga Bratadharma • 04 Agustus 2021 14:30
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengimplementasikan industri 4.0 pada berbagai sektor industri nasional melalui berbagai upaya sejak peluncuran Making Indonesia 4.0 yang tujuannya mengakselerasi ekonomi di Tanah Air. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pelaksanaan program Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).
 
Program tersebut memberikan asesmen kesiapan dan pendampingan kepada perusahaan industri dalam implementasi industri 4.0. Selanjutnya, Kemenperin juga membangun ekosistem Industri 4.0 (SINDI 4.0), dengan tujuan membangun sinergi, koordinasi dan kolaborasi di antara pemangku kepentingan terkait untuk mengakselerasi transformasi industri 4.0.
 
Hal tersebut menjadi semakin penting saat ini, mengingat hampir seluruh sektor industri vital terkena dampak pandemi, bukan saja skala nasional namun juga skala global. Kemenperin menyadari perlunya kolaborasi, kerja sama, dan tentunya tindakan yang nyata dan berkesinambungan untuk terus mempercepat perkembangan transformasi industri nasional ke industri 4.0.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Demi menjawab tantangan dan kebutuhan dunia industri di Tanah Air, Kementerian Perindustrian melalui Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) berkolaborasi dengan Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) menggelar virtual edition pada 18-20 Agustus 2021.
 
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Kementerian Perindustrian RI Doddy Rahadi mengatakan implementasi industri 4.0 merupakan strategi yang tepat untuk membangkitkan dan mendorong pemulihan sektor industri dalam negeri, terutama akibat dampak pandemi covid-19.
 
"Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah yang terus mengakselerasi perkembangan industri nasional. Namun, guna mengakselerasi transformasi menuju industri 4.0 tersebut perlu dukungan dari seluruh pemangku kepentingan tersebut," papar Doddy, dalam sebuah konferensi pers virtual, Rabu, 4 Agustus 2021.
 
Doddy menambahkan kegiatan Indonesia 4.0 Conference and Expo 2021 akan menjadi ajang bagi ekosistem industri, baik pemerintah, pelaku industri, akademisi, penyedia teknologi, maupun pemerhati industri untuk bertemu dan berdiskusi secara virtual, dan berkolaborasi dalam mendukung implementasi industri 4.0 di Indonesia.
 
Ketua Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) Andi Budimansyah mengatakan dukungan dan stimulus dari pemerintah sangat diperlukan dalam percepatan transformasi industri 4.0 tersebut. Kegiatan ini tentunya merupakan upaya positif dalam memperkuat ekosistem Industri 4.0.
 
Direktur Utama Naganaya Indonesia Aditya Adiguna menyampaikan seluruh stakeholder industri di Indonesia termasuk 120 lebih perusahaan ternama penyedia teknologi dan solusi,  akan dipertemukan selama tiga hari untuk berdiskusi, menjajaki peluang baru, bertukar pikiran, membangun koneksi, dan memamerkan produk dan jasa unggulan mereka.
 
"Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap percepatan transformasi industri 4.0 di Indonesia," tuturnya.
 
Indonesia 4.0 Conference and Expo 2021 menargetkan 10 ribu pengunjung. Pendaftaran gratis saat ini sudah mencapai lebih dari 5.000 pengunjung. Nantinya, di samping dapat menikmati pameran dan konferensi virtual yang menampilkan teknologi terkini dan informasi terkait industri 4.0, pengunjung juga dapat menyaksikan fitur lainnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif