Ilustrasi Pertalite. Foto: Dokumen Pertamina
Ilustrasi Pertalite. Foto: Dokumen Pertamina

Cuaca Ekstrem, Pengiriman Pertalite ke Karimunjawa Terhambat

Antara • 29 Desember 2022 12:34
Jakarta: PT Pertamina (Persero) hingga kini belum bisa mengirimkan pasokan BBM jenis pertalite maupun biosolar ke Pulau Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, karena gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem.
 
"Rencananya pertalite yang hendak kami kirim sebanyak 40 kiloliter serta Biosolar sebanyak 95 kiloliter," kata Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho dilansir Antara, Kamis, 29 Desember 2022.
 
Dia bilang, saat ini sudah ada kapal yang memuat kedua jenis BBM tersebut dan siap berlayar dari Semarang menuju SPBU Karimunjawa. Hanya saja, imbuh dia, pengiriman BBM jenis pertalite dan biosolar masih menunggu cuaca membaik.
 
Baca juga: Pertamina Kirim 40 Kiloliter Pertalite ke Karimunjawa 
 
"Tentunya kami terus memantau dan memonitor kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi di Laut Jawa," ujarnya.
 
Selain itu, imbuh dia, PT Pertamina juga terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait mengenai kondisi cuaca serta izin berlayar dengan tetap mengutamakan keselamatan berlayar.
 
Ia mengakui stok pertalite dan biosolar memang menipis. Sedangkan untuk stok dexlite di SPBU Karimunjawa terpantau sebanyak 2,6 kiloliter.
 
Permintaan pertalite di Karimunjawa setiap harinya sebanyak 1.900 liter, sedangkan solar sebanyak 3.800 liter dan dexlite sebanyak 37 liter per harinya.
 
Habisnya stok pertalite di Kecamatan Karimunjawa, disebabkan karena memasuki musim baratan yang ditandai dengan gelombang tinggi di laut. Kondisi demikian, mengakibatkan penghentian semua aktivitas di laut karena tidak aman.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif