Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id

Target Industri Migas Bisa Menopang Visi Indonesia Emas 2045

Annisa ayu artanti • 23 November 2022 15:28
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mendukung target industri hulu migas untuk memproduksi satu juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas bumi per hari (BSCFD) pada 2030. 
 
Pasalnya, target tersebut dapat mencapai ketahanan energi yang diperlukan Indonesia, sehingga bisa mencapai Indonesia Emas pada 2045. Di tahun itu Indonesia ditargetkan menjadi salah satu negara maju. Oleh karena itu pertumbuhan ekonomi perlu didukung oleh pasokan energi yang cukup. 
 
"Jika target ini tercapai, maka akan mengurangi defisit neraca perdagangan dan memperkuat struktur anggaran negara kita sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di atas lima persen,” ujar Luhut dalam International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022) yang dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu, 23 November 2022.
 
Baca juga: Industri Hulu Migas Indonesia Butuh Investasi USD179 Miliar Dukung Transisi Energi

Luhut memastikan, Pemerintah Indonesia siap memberikan dukungan bagi pencapaian target produksi migas 2030 tersebut. Pemerintah sudah mengidentifikasi serangkaian insentif fiskal untuk mencapai target tersebut. 
 
"Sejumlah langkah telah ditempuh dan sejumlah kebijakan sedang difinalisasi untuk mendistribusikan insentif finansial kepada Kontraktor KKS dan lapangan-lapangan tertentu dalam rangka meningkatkan produksi,” tuturnya. 
 
Luhut juga menggarisbawahi peran strategis gas bumi di tengah komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission
 
"Ketersediaan gas bumi akan menjadi katalis bagi proses transisi energi ke depan," ujarnya. 
 
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan pemerintah akan menjalankan sejumlah program strategis untuk mendukung peran gas bumi sebagai energi transisi. 
 
"Program-program tersebut antara lain adalah mengembangkan penggunaan gas sebagai bahan bakar dan bahan baku industri dengan mengembangkan infrastruktur untuk transmisi dan distribusi gas secara terintegrasi, konversi bahan bakar solar ke gas pada pembangkit listrik dan pengembangan jaringan gas untuk rumah tangga dan usaha kecil," jelas Arifin.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif