Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono. Foto: dok Jasa Raharja.
Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono. Foto: dok Jasa Raharja.

Laba BUMN Meroket 1.000%, Jasa Raharja Sumbang Rp1,6 Triliun

Ade Hapsari Lestarini • 27 Juni 2022 12:17
Jakarta: PT Jasa Raharja ikut menyumbang perolehan laba BUMN yang meroket hingga 1.000 persen pada 2021. Selain meraih laba, kinerja positif Jasa Raharja juga turut memberikan dampak positif ke sektor asuransi Indonesia dan memberikan multiplier effect ke sektor transportasi.
 
Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono mengatakan, di tengah kondisi pemulihan ekonomi Indonesia yang terus bangkit dari terpaan pandemi covid-19, capaian kinerja positif tersebut didorong keberhasilan Jasa Raharja dalam melakukan inovasi dan transformasi digital yang searah dengan kebijakan Kementerian BUMN.
 
"Laba merupakan bagian dari kinerja positif yang dicetak PT Jasa Raharja, yang ikut mendongkrak sektor Perasuransian Indonesia, dan memberi dampak positif bagi sektor transportasi," kata Rivan, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 27 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga akhir 2021, Jasa Raharja membukukan perolehan laba sebesar Rp1,6 triliun atau naik 7,97 persen dibanding 2020. Rivan mengungkapkan, penopang utama pencetakan laba Jasa Raharja berasal dari pencapaian pendapatan, yang membukukan pendapatan sebesar Rp5,92 triliun atau tumbuh 4,58 persen dibandingkan periode 2020.
 
Rivan menambahkan, akselerasi utama pertumbuhan laba Jasa Raharja terletak pada strategi bisnis yang disebut AGILE (Accelerate; Gain; Integrate; Leverage; dan Enhance) yang merupakan bagian dari peningkatan brand awareness dan inovasi pelayanan yang optimal.
 
Baca juga: Transformasi BUMN Disebut Bikin Laba Bersih Naik Hampir 1.000%

Pendapatan yang tercapai dan tumbuh bisa menciptakan efisiensi hingga Gain bisa diraih, yaitu inovasi pelayanan pada fungsi front liner, sehingga bisa mencapai pendapatan yang optimal. Dari sisi operasional, Jasa Raharja yang bekerja sama dengan 2.368 rumah sakit atau 95,91 persen dari rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan, telah menyerahkan santunan sebesar Rp2,41 triliun naik 3,2 persen dibandingkan 2020.
 
Peningkatan jumlah penyerahan santunan tidak mengurangi kualitas layanan terhadap publik, melalui transformasi digital proses layanan sasaran pelayanan seperti kecepatan penyelesaian santunan Meninggal Dunia (MD) menjadi empat jam lebih cepat dari 2020 atau hanya satu hari 10 jam setelah tanggal kecelakaan, bahkan rata-rata kecepatan berkasnya 14 menit 58 detik, lebih cepat empat menit ketimbang tahun lalu.
 
Untuk meningkatkan kinerja dilakukan optimalisasi sistem internal Jasa Raharja untuk memaksimalkan kegiatan investasi melalui Implementasi Direct Acces Market. Berupa penguatan/penambahan modal kepada anak perusahaan dalam rangka meningkatkan bargaining power di pasar.
 
Sementara dari sisi permodalan, Jasa Raharja tercatat memiliki permodalan yang kuat, dengan rasio risk based capital (RBC) sebesar 669,80 persen meningkat 9,72 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 610,47 persen, seiring kenaikan ekuitas sebesar dua persen menjadi Rp11,7 triliun.
 
"Dengan fundamental kinerja yang makin sehat dan kuat, Jasa Raharja akan terus melakukan optimalisasi pendapatan seiring dengan mulai meningkatnya mobilitas masyarakat khususnya melalui pemanfaatan database kendaraan bermotor di Kantor Bersama Samsat dan melalui aplikasi JRku yang bisa langsung membayar pajak kendaraan bermotor maupun sistem host to host dengan seluruh operator angkutan baik darat, laut dan udara," tutup Rivan.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif