Menteri Perdagangan M Lutfi. FOTO: dok Kemendag.
Menteri Perdagangan M Lutfi. FOTO: dok Kemendag.

Mendag Bakal Diperiksa soal Rasuah Minyak Goreng Pasca-Lebaran

Ekonomi kasus korupsi minyak goreng Ekspor CPO Lebaran 2022 Minyak Goreng Curah Korupsi Minyak Goreng
Tri Subarkah • 03 Mei 2022 15:48
Jakarta: Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyambut baik rencana pemeriksaan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sebagai saksi oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung. Lutfi akan diperiksa dalam penyidikan dugaan korupsi pemberian izin ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya, termasuk minyak goreng.
 
Koordinator MAKI Boyamin Saiman menyebut pemeriksaan Lutfi sebagai hal yang wajar. Menurutnya, Lutfi memiliki kapasitas yang penting atas pertanggungjawaban manajemen di Kementerian Perdagangan.
 
Penyidik, lanjut Boyamin, perlu mendalami pengetahuan Lutfi soal pengawasan yang dilakukan terhadap anak buah, khususnya terkait mekanisme pemberian izin ekspor CPO.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagaimana dia mengawasi anak buah, bagaimana dia membuat sistem pengawasan. Sehingga bagaimana kok itu (perizinan ekspor) bisa jebol, tidak memenuhi syarat tapi kok tetap diloloskan?" papar Boyamin saat dihubungi Media Indonesia, Selasa, 3 Mei 2022.
 
Boyamin mengimbau Lutfi memenuhi panggilan penyidik dan menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program izin ekspor CPO di Kemendag. Diketahui, Kejagung telah menetapkan tiga pengurus perusahaan eksportir CPO sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
 
Rencana pemanggilan Lutfi sebagai saksi pertama kali disampaikan oleh Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Supardi. Ia memastikan pihaknya menjadwalkan pemeriksaan tersebut. "(Mendag) nanti (diperiksa), pasti akan dijadwalkan juga," aku Supardi.
 
Menurut informasi, pemeriksaan Lutfi sebagai saksi akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah. Kabar itu sudah beredar sebelum Hari Raya Idulfitri berlangsung.
 
Tiga tersangka swasta yang menjadi tersangka dalam perkara korupsi minyak goreng adalah Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group, Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, dan Picare Tagore selaku General Manager PT Musim Mas.
 
Adapun satu tersangka lainnya merupakan anak buah Lutfi, yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana.
 
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyebut terjadi permufakatan atas terbitnya perizinan ekspor CPO dari Kemendag ketiga perusahaan tersebut. Sebab, ketiganya dinyatakan tidak memenuhi syarat melakukan kegiatan ekspor dalam memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO).

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif