Menteri BUMN Erick Thohir/Medcom.id
Menteri BUMN Erick Thohir/Medcom.id

Erick Thohir Akui Karier Perempuan Banyak Hadapi Tantangan

Annisa ayu artanti • 18 Mei 2022 19:08
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui kiprah perempuan Indonesia untuk bekerja di dunia bisnis maupun profesional belum semulus kaum pria. Terdapat banyak tantangan yang harus dihadapi oleh perempuan.
 
Padahal, diakui Erick Thohir, kaum perempuan cukup lihai dalam mengerjakan berbagai jenis pekerjaan. Bahkan, kaum perempuan disebut berperan besar terhadap perekonomian nasional.
 
"Dalam hal kontribusi terhadap perekonomian nasional, perempuan Indonesia mampu memasuki hampir seluruh mata rantai usaha, meski begitu tidak dipungkiri masih terdapat banyak tantangan yang dihadapi oleh perempuan Indonesia yang hendak berkiprah di dunia bisnis maupun profesional," ungkap Erick Thohir dalam acara 2nd Side Event G20 Empower Indonesia dengan tema, 'Rebuilding Women’s Productivity Post Pandemic', Rabu, 18 Mei 2022

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erick Thohir menyebutkan, beberapa tantangan yang dimaksud adalah gender gap, kurangnya representasi perempuan di level strategis maupun di pucuk kepemimpinan, ketimpangan akses terhadap teknologi, kekerasan dan diskriminasi yang berbasis gender, hingga kurangnya ruang aman bagi perempuan di lingkungan kerja.
 
Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa Kementerian BUMN sangat konsen terhadap hal tersebut. Sejak awal memimpin Kementerian BUMN, ia mengklaim pihaknya memberikan perhatian khusus dalam memberikan rasa aman-nyaman dan membuka kesempatan seluas-luasnya kaum perempuan berada di lingkungan kerja BUMN, termasuk membuat lingkungan kerja yang bebas diskriminasi maupun kekerasan berbasis gender.
 
"Komitmen kami di BUMN tercermin dari kebijakan yang affirmative action, salah satunya dengan target 15 persen kepemimpinan perempuan di BUMN di 2021 lalu. Alhamdulillah, target ini sudah tercapai. Kedepannya kami meningkatkan target 25 persen kepemimpinan perempuan pada 2023," jelasnya.
 
Selain porsi perempuan di level strategis, Erick juga menambahkan, pihaknya telah membentuk srikandi BUMN sebagai komunitas perempuan yang siap berkarya. Dalam komunitas tersebut pekerja perempuan BUMN dapat menggali lebih dalam potensinya serta sebagai wadah untuk saling menguatkan.
 
"Harapan saya srikandi BUMN terus berprogres. Saya percaya, BUMN dan G20 empower memiliki komitmen yang sama dalam pemberdayaan perempuan, baik di dunia bisnis dan profesional," pungkasnya.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif