Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok MI/Susanto.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok MI/Susanto.

Mulai Implementasi 1 Januari, Perjanjian RCEP Optimistis Rampung di Kuartal I

Eko Nordiansyah • 31 Desember 2021 14:33
Jakarta: Indonesia saat ini belum menyelesaikan ratifikasi perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Meskipun akan mulai diimplementasikan mulai 1 Januari 2022, namun ratifikasi oleh Indonesia masih belum dirampungkan di tingkat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini keputusan mengenai RCEP ini sudah disepakati bersama dengan Komisi IV DPR. Oleh karena itu, ia berharap perjanjian perdagangan ini bisa disepakati di tingkat Paripurna DPR paling tidak pada kuartal I-2021.
 
"Komisi VI telah menyepakati untuk keputusan di tingkat komisi dan diharapkan di kuartal I sudah bisa dibawa ke rapat paripurna DPR, sehingga di kuartal I ini RCEP sudah bisa diratifikasi," kata dia dalam video conference, Jumat, 31 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perjanjian RCEP ini terdiri dari 15 negara, yaitu 10 negara ASEAN dan lima negara mitra ASEAN yaitu Australia, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Selandia Baru. Hingga kini sudah tujuh negara ASEAN dan lima negara mitra ASEAN yang telah meratifikasi, kecuali Indonesia, Filipina, dan Malaysia.
 
Airlangga mengaku tak khawatir Indonesia tidak bisa langsung mengikuti implementasi RCEP ini mulai awal tahun. Kendati begitu, ia menyebut, setelah adanya pembahasan di tingkat I bersama Komisi VI DPR maka penentuan ratifikasinya tinggal menunggu persetujuan di tingkat II yaitu Paripurna DPR.
 
"Konsekuensinya adalah kita tidak berlaku 1 Januari tapi berlaku setelah diratifikasi DPR, dan kemudian DPR menyampaikan kepada Bapak Presiden, dan kemudian diundangkan oleh pemerintah, jadi siklusnya demikian. Jadi diharapkan dalam waktu dekat ini bisa ratifikasi," ungkapnya.
 
RCEP secara kumulatif mewakili 29,6 persen penduduk dunia, 30,2 persen GDP dunia, 27,4 persen perdagangan dunia, dan 29,8 persen Foreign Direct Investment (FDI) dunia. Data ekspor nonmigas Indonesia ke 14 negara RCEP selama lima tahun terakhir (2016-2020) menunjukkan tren positif sebesar 5,33 persen.
 
Pada 2020, total ekspor nonmigas Indonesia ke kawasan RCEP mewakili 54,12 persen dari total ekspor Indonesia ke dunia, yakni senilai USD83,87 miliar. Selain itu, sebanyak 72 persen aliran investasi asing Indonesia sepanjang tahun lalu berasal dari negara-negara anggota RCEP ini.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif