NEWSTICKER
Ilustrasie Ekonomi Indonesia. Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.
Ilustrasie Ekonomi Indonesia. Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.

BI: Surplus Neraca Dagang Perkuat Ketahanan Ekonomi RI

Ekonomi neraca perdagangan indonesia ekonomi indonesia
Husen Miftahudin • 16 Maret 2020 20:20
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memandang surplus neraca perdagangan Februari 2020 berkontribusi positif dalam memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Hal ini bisa menjadi sentimen positif dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian global.
 
"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis yang dinukil melalui laman resmi BI, Senin, 16 Maret 2020.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2020 surplus sebesar USD2,34 miliar. Angka ini membaik dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya yang tercatat defisit USD0,64 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas sejalan dengan kinerja ekspor nonmigas yang membaik dan kinerja impor nonmigas yang menurun. Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas menurun didorong oleh berlanjutnya penurunan impor migas di tengah ekspor migas yang stabil.
 
Sementara, neraca perdagangan nonmigas Februari 2020 tercatat surplus sebesar USD3,27 miliar, meningkat dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar USD0,53 miliar. Perkembangan tersebut ditopang oleh kinerja positif ekspor nonmigas beberapa komoditas antara lain batu bara, CPO, dan beberapa produk manufaktur.
 
Peningkatan surplus neraca perdagangan juga dipengaruhi impor nonmigas yang menurun, terutama untuk komoditas golongan mesin dan perlengkapan elektrik, antara lain sebagai dampak terganggunya gangguan rantai suplai global akibat merebaknya virus korona atau covid-19.
 
Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas pada Februari 2020 membaik menjadi sebesar USD0,93 miliar, dari defisit USD1,17 miliar di bulan sebelumnya. Penurunan defisit tersebut didukung berlanjutnya penurunan impor migas, terutama dalam bentuk hasil minyak dan gas di tengah stabilnya ekspor migas ditopang oleh kinerja positif ekspor minyak mentah.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif