Ilustrasi. Foto: Antara/Nyoman Budhiana
Ilustrasi. Foto: Antara/Nyoman Budhiana

Selain Pariwisata, Perekonomian Bali Bisa Andalkan Sektor Kerajinan

Ekonomi industri kecil menengah Kementerian Perindustrian perhiasan
Nia Deviyana • 23 Agustus 2020 14:40
Denpasar: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis provinsi Bali tidak hanya akan mengandalkan sektor pariwisata saja pada tahun-tahun mendatang.
 
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menilai perekonomian Bali juga mampu ditopang oleh sektor pertanian dan kerajinan.
 
"Salah satunya dengan mengembangkan kembali industri kerajinan perak di daerah Celuk, karena potensinya luar biasa dan banyak produknya telah diminati konsumen mancanegara," ujarnya melalui keterangan resmi, Minggu, 23 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gati optimistis, peluang ekspor untuk kerajinan perhiasan perak masih terbuka lebar, seperti ke pasar Amerika Serikat dan Eropa. Maka itu, kami terus dorong ekspor dari sektor ini, dengan memiliki kualitas produk yang kompetitif dengan didukung mesin yang bagus.
 
"Sehingga nantinya pada 2021, kembali akan diberikan alokasi dana khusus untuk pengerajin perak di Celuk hingga Rp4 miliar," ujarnya.
 
Adapun untuk mendukung target tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita turut menyerahkan secara simbolis bantuan mesin Computer Numerical Control (CNC) Magic-70 kepada Celuk Design Center Jewelry yang berlokasi di sentra IKM Perhiasan Perak Celuk, Kabupaten Gianyar, Bali.
 
Ketua Celuk Design Center, Kadek Mega menuturkan, fungsi dari mesin CNC ini untuk membuat desain perhiasan perak.
 
"Dengan diberikannya bantuan mesin ini masyarakat tidak perlu lagi menyewa jasa untuk desain di luar daerahnya lagi," jelas Kadek.
 
Menurutnya, mesin CNC dengan nilai sekitar Rp200 juta ini sangat dibutuhkan para pengerajin perak di Celuk. Mereka tidak harus menyewa jasa keluar lagi untuk desain yang biasanya membutuhkan dana dari Rp300 ribu hingga jutaan rupiah.
 
Lebih lanjut, Kadek mengungkapkan, saat ini pengrajin perak yang berada di daerah Celuk berjumlah sekitar 50 persen dari total keseluruhan masyarakatnya, sehingga dengan bantuan alat teknologi akan mempertahankan wilayah Celuk tetap sebagai sentra kerajinan perak di Pulau Dewata.
 
"Ini budaya kita, yang merupakan budaya seni kerajinan khas Bali Bali yang harus dipertahankan," pungkas Kadek.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif