Ilustrasi koperasi simpan pinjam - - Foto: MI/ Lis Zatnika
Ilustrasi koperasi simpan pinjam - - Foto: MI/ Lis Zatnika

Berstatus PKPU, Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama Ajukan Damai ke Kreditur

Ekonomi Kredit koperasi
Nia Deviyana • 04 September 2020 21:02
Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat mengumumkan status Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP SB) masuk dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Dengan status itu, KSP SB mempunyai waktu 45 hari untuk menyelesaikan masalah utangnya dengan kreditur.
 
Direktur Utama KSP SB Vini Noviani mengatakan KSP SB akan memanfatkan sisa waktu untuk mengajukan proposal perdamaian kepada para anggotanya.
 
“Mudah-mudahan bisa tercapai perdamaian melalui proposal yang akan kami sampaikan pada saatnya sehingga operasional kita bisa jalan seperti biasa, kemudian kewajiban kepada anggota bisa kami bayarkan sesuai dengan apa yang akan dicantumkan dalam proposal perdamaian,” ujar Vini melalui keterangan resminya, Sabtu, 4 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Vini mengungkapkan kondisi likuiditas KSP SB terganggu imbas dampak pandemi covid-19. Hal ini menyebabkan pembayaran tagihan pinjaman dan unit usaha koperasi menjadi tertunda.
 
“Besar harapan kami dapat tercapai perdamaian antara koperasi dengan para anggota, kemudian KSP bisa running well lagi. Bisa melakukan bisnisnya, apalagi kalau covid-nya berakhir. Back to business lagi, kita bisa menagihkan pinjaman-pinjaman kita kepada anggota peminjam kita yang saat ini memang terdampak covid 19,” ungkap Vini.
 
Sementara itu, Kuasa Hukum Kreditur (Pemohon PKPU) Maddenleo Siagian mengatakan tengah menunggu proposal perdamaian yang akan diajukan KSP SB. Sebelumnya, kreditur KSP SB telah melakukan 2 kali somasi. Namun, pihaknya terpaksa mengajukan PKPU pada Agustus lalu lantaran tidak ada balasan dan pmebayaran dari KSP SB.

 
“Kita targetnya perdamaian, si koperasi akan mengajukan proposal perdamaian. Dan itu nanti akan kita lihat seperti apa dari koperasi proposalnya. Bisa diterima atau tidak,” ujar Madden.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif