Blok Rokan. Foto : SKK Migas.
Blok Rokan. Foto : SKK Migas.

DEN Yakin RI Bisa Racik Formula Khusus EOR di Blok Rokan

Ekonomi dewan energi nasional Blok Rokan
Suci Sedya Utami • 12 November 2020 21:57
Jakarta: Dewan Energi Nasional (DEN) meyakini Indonesia bisa meracik formula khusus untuk kegiatan enhance oil recovery (EOR) di Blok Rokan yang tidak diberikan oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).
 
EOR adalah metode perolehan minyak tahap lanjut dengan cara menambahkan energi berupa dari material atau fluida khusus yang tidak terdapat dalam reservoir minyak. Umumnya, EOR diterapkan pada lapangan yang telah cukup lama diproduksikan (mature field) dengan tujuan mengambil minyak tersisa yang tidak dapat diproduksikan dengan metode perolehan primer dan sekunder (water flooding).
 
Beberapa teknik EOR yang banyak dikenal hingga saat ini adalah injeksi uap panas (steam flooding), injeksi kimia (chemical flooding), dan injeksi gas (gas flooding).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto mengatakan ada empat formula yang dibutuhkan dalam penggunaan EOR di blok tersebut. Sayangnya perusahaan migas asal Amerika Serikat itu hanya memberikan tiga formula pada PT Pertamina (Persero) yang akan menjadi operator di Blok Rokan pasca Agustus 2021.
 
"Chevron tidak mau memberikan formula, ada empat formula, yang tiga diberikan, yang satu enggak," kata Djoko dalam diskusi APMI, Kamis, 12 November 2020.
 
Menurut mantan Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM ini, Pertamina tidak perlu bergantung dengan satu formula tersebut. Iya yakin Pertamina bisa meracik formula tersebut dengan bantuan berbagai lembaga dan para ahli yang ada di Tanah Air.
 
“Ya sudah ambil core batuan resevoir-nya, bawa ke Lab Lemigas, Perguruan Tinggi, BPPT, Corelab, untuk mencari satu formula tersebut untuk di Minas agar ditemukan (formulanya). Kita kan banyak expert, duit risetnya bisa dicari, masa enggak bisa menemukan satu formula yang enggak diberikan Chevron, harusnya sudah bisa,” tegas Djoko.
 
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pernah Chevron telah melakukan kajian penerapan EOR di Blok Rokan. Dirinya pun menginginkan hasil kajian EOR tersebut bisa diserahkan pula pada Pertamina sebagai pengelola di blok tersebut selanjutnya. Namun, ia bilang, ternyata terdapat satu komponen atau formula yang ternyata tidak masuk dalam bagian cost recovery (CR) sehingga Chevron tidak bisa memberikannya cuma-cuma pada Pertamina.
 
"Ini yang sebetulnya kita inginkan agar diserahkan juga ke Pertamina ketika nanti terjadi alih kelola karena kami berfikir ini cost recovery. Namun ternyata ada formula yang enggak masuk cost recovery," kata Nicke.
 
Nicke mengatakan apabila formula tersebut tidak diberikan pada Pertamina, maka pihaknya perlu waktu empat tahun lagi untuk menerapkan EOR karena mesti melakukan kajian ulang.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif