Ilustrasi LRT - - Foto: Medcom/ Gonti Hadi Wibowo
Ilustrasi LRT - - Foto: Medcom/ Gonti Hadi Wibowo

KAI Siapkan Operasional LRT Jabodebek di Tengah Pandemi

Ekonomi pt kai proyek lrt
Annisa ayu artanti • 17 November 2020 20:42
Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan persiapan operasional LRT Jabodebek di tengah pandemi. Pasalnya, proyek LRT ini ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2022.
 
"Saat ini KAI bersama para stakeholder rutin melakukan uji dinamis sarana LRT Jabodebek untuk memastikan sarana dalam kondisi siap operasi," kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 November 2020.
 
Joni menjelaskan sebelum dapat beroperasi secara komersial, pengujian secara bertahap harus dilakukan pada setiap sarana LRT Jabodebek. Pengujian tersebut meliputi factory acceptance test, uji dinamis sarana, uji komunikasi, uji integrasi dan trial run, serta uji kelaikan operasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesiapan penyelenggaraan sarana, KAI melakukan kontrak pengadaan sebanyak 31 Trainset atau 186 kereta LRT Jabodebek dari PT Industri Kereta Api dengan nilai mencapai Rp3,9 triliun.
 
Saat ini Inka telah menyelesaikan 11 Trainset LRT dan ditempatkan di mainline antara Stasiun Harjamukti-Stasiun Ciracas untuk selanjutnya dilakukan pengujian oleh pihak-pihak terkait. Sisanya, sedang dalam proses antrian pengiriman dan finishing oleh Inka di pabriknya di Madiun, Jawa Timur.

 
"KAI membeli sarana LRT Jabodebek dari Inka, hal tersebut merupakan bentuk dari kolaborasi antar BUMN. Sebagai salah satu konsumen dari produk-produk Inka, KAI bangga dan yakin akan kualitas yang ditawarkan oleh Inka," jelasnya.
 
Lebih lanjut, setiap rangkaian LRT Jabodebek terdiri atas enam kereta. Dalam kondisi normal, setiap rangkaian mampu melayani 740 penumpang, terdiri dari 174 dalam posisi duduk dan 566 dalam posisi berdiri. Dalam kondisi padat, kapasitasnya mampu mencapai 1.308 penumpang.
 
Kereta LRT Jabodebek menggunakan sumber daya dari rel ketiga (third rail) dengan tegangan suplai daya sebesar 750 VDC. LRT Jabodebek didesain mampu mencapai kecepatan 90 km per jam, sedangkan kecepatan operasi maksimum mencapai 80 km per jam.
 
"KAI berharap, hadirnya LRT Jabodebek dapat memberikan solusi transportasi baru bagi masyarakat yang akan beraktivitas di ibu kota dengan aman, nyaman, dan tepat waktu," pungkasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif