Ilustrasi produsen tempe. Foto: ilustrasi dok MI.
Ilustrasi produsen tempe. Foto: ilustrasi dok MI.

Kementan Lakukan Pemantauan Khusus Kenaikan Harga Kedelai

Ekonomi kedelai Kementerian Pertanian harga kedelai Tempe
Insi Nantika Jelita • 04 Januari 2021 19:15
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pemantauan khusus perihal kenaikan harga kedelai belakangan ini. Seperti diketahui, para pengrajin tahu tempe sempat melakukan mogok kerja karena lonjakan bahan pangan tersebut.
 
"Melihat gejolak harga kedelai saat ini, dimasukkan pemantauan khusus kedelai," ujar Kepala Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementan Inti Pertiwi kepada Media Indonesia, Senin, 4 Januari 2021.
 
Inti menjelaskan pemantauan untuk prognosa ketersediaan kedelai tersebut dilakukan dari berbagai aspek. Seperti pemantauan produksi kedelai dalam negeri, impor kedelai, kebutuhan konsumsi dan stok kedelai itu sendiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ditjen tanaman pangan seharusnya sudah mulai bergerak untuk melakukan pemantauan," jelas Inti.
 
Hari ini pukul 08.00 WIB, Kementan melakukan rapat kerja dengan Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) soal ketersediaan kedelai dalam negeri untuk kebutuhan bahan baku tempe dan tahu.
 
Ketua Sahabat Perajin Tempe Pekalongan (SPTP) Pekalongan Mua'limin mengaku merasa rugi akibat lonjakan harga kedelai impor. Dia menuturkan, semula harga kedelai dikisaran Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram. Namun saat ini, harga pangan tersebut menjadi Rp9.000 hingga Rp9.500 per kilogram.
 
"Kelangkaan tempe tahu disebabkan karena bahan baku (kedelai) yang naik lebih dari 35 persen. Jadi pengrajin selalu merugi, khususnya tempe setiap hari harus merugi," terang Mua'limin.
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto mengungkapkan, kenaikan harga kedelai sudah merambah di beberapa daerah Pulau Jawa. Pihaknya meminta agar produsen dan pengrajin tahu tempe untuk tidak berhenti memproduksi makanan tersebut.
 
"Memang sudah merambah ke beberapa daerah. Kami informasikan kepada pengrajin untuk jangan berhenti produksi. Menyesuaikan harga boleh saja tanpa memberatkan konsumen, mengingat tahu tempe makanan favorit," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif