Ilustrasi. Foto: dok MI/Depi Gunawan.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Depi Gunawan.

Kembali Produksi, Harga Tempe-Tahu Naik 25%

Ekonomi harga kedelai Tempe
Suci Sedya Utami • 04 Januari 2021 16:52
Jakarta: Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) kembali berproduksi setelah tiga hari di awal 2021 menyatakan mogok produksi dalam menyikapi kenaikan harga kedelai.
 
Ketua Gakoptindo Aip Syaifuddin mengatakan pihaknya telah mendistribusikan ke pasar-pasar, sehingga keberadaan tahu dan tempe yang sempat menghilang di pasaran kini mulai dipasok kembali.
 
"Sudah kembali produksi," kata Aip kepada Medcom.id, Senin, 4 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aip mengatakan untuk menyikapi kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe, produsen pun terpaksa menaikkan harga di seluruh wilayah di Tanah Air. Kenaikannya sekitar 25 persen.
 
Untuk tahu dan tempe ukuran kecil harganya naik dari Rp4.000 menjadi Rp5.000. Sementara untuk ukuran besar naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000.
 
Selama ini bahan baku tahu dan tempe banyak dipasok dari impor. Kenaikan harga kedelai impor membuat pusing produsen tahu dan tempe.  
 
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengatakan faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga kedelai impor yakni ongkos angkut yang juga mengalami kenaikan. Waktu transport impor kedelai dari negara asal yang semula ditempuh selama tiga minggu menjadi lebih lama yaitu enam hingga sembilan minggu.
 
Suwandi menjelaskan dampak pandemi covid-19 menyebabkan pasar global kedelai saat ini mengalami guncangan akibat tingginya ketergantungan impor. Peluang ini tentunya dimanfaatkan Kementan untuk meningkatkan pasar kedelai lokal dan produksi kedelai dalam negeri.
 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif