Bandara Soetta pasang solar panel. FOTO: Angkasa Pura II
Bandara Soetta pasang solar panel. FOTO: Angkasa Pura II

AP II Rambah Bisnis EBT dan Fasilitas Kesehatan

Ekonomi bandara bandar udara angkasa pura ii
Suci Sedya Utami • 23 Oktober 2020 08:29
Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) bakal memperluas portofolio usahanya ke sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) dan fasilitas kesehatan guna mendukung bisnis inti perseroan. Strategi ini sebagai salah satu upaya mengimplementasikan business survival initiatives di tengah pandemi dan optimalisasi mencari peluang.
 
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan perluasan portofolio ke EBT dan fasilitas kesehatan juga merupakan upaya masuk ke bisnis yang menjanjikan di masa depan. Di tengah pandemi ini, tegasnya, AP II berupaya menjaga dan meningkatkan kontribusi dari bisnis non aeronautika dengan memperluas portofolio.
 
"Saat ini bisnis aeronautika perlahan sudah mengalami peningkatan sejalan dengan naiknya lalu lintas penerbangan, namun masih di bawah kondisi normal,” kata Awaluddin, dalam keterangan resminya, Jumat, 23 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejalan dengan perluasan bisnis tersebut, AP II menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM tentang penerapan konservasi energi dan pemanfaatan energi terbarukan secara berkelanjutan pada bandar udara.
 
Awaluddin mengatakan melalui MoU ini maka pembahasan lebih intensif dilakukan dengan Ditjen EBTKE untuk penerapan energi baru terbarukan di 19 bandara yang dikelola perseroan.
 
Kedua pihak, lanjutnya, Muhammad Awaluddin, bisa melaksanakan penelitian, pertukaran informasi dan pengembangan teknologi terkait konservasi energi di bandara, pemanfaatan EBT di bandara, peningkatan efisiensi energi, manajemen energi dan kontribusi penurunan emisi gas.
 
“Kami memohon bantuan dari Ditjen EBTKE untuk membuat konsep energy management dalam rangka mewujudkan green airport di bandara PT Angkasa Pura II. Untuk pilot project akan dilakukan di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur, karena di sana pembangunannya sudah mengadopsi ke arah green airport," ujar Awaluddin.
 
Ia mengatakan dalam dua tahun mendatang AP II menargetkan penggunaan EBT di bandara-bandara yang dikelolanya dapat mencapai 10 persen dari total penggunaan. Misalnya, saat ini suplai listrik ke Bandara Soekarno-Hatta sebesar 65 megawatt dan pada dua tahun mendatang ditargetkan suplai dari EBT bisa menggantikan 6,5 megawatt suplai tersebut.
 
Adapun saat ini di kawasan Bandara Soekarno-Hatta sudah dilakukan pemanfaatan EBT. menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap gedung Airport Operation Control Center (AOCC) dengan kapasitas maksimal 241 kWp. PLTS tersebut menjadi pintu masuk bagi energi baru terbarukan untuk digunakan lebih maksimal di bandara-bandara AP II.
 
Langkah yang sama juga dilakukan PT Angkasa Pura I. Direktur Utama AP alI Faik Fahmi mengatakan MoU ini.sejalan dengan salah satu misi AP I untuk terus berkontribusi positif pada kelestarian lingkungan secara berkelanjutan melalui konsep eco airport.
 
Dirjen EBTKE Kementerian ESDM FX Sutijastoto mengatakan MoU ini sangat penting karena secara global sudah terjadi transformasi energi, perubahan dari energi fosil ke energi baru terbarukan.
 
Sementara itu, untuk bisnis fasilitas kesehatan AP II juga menandatangani MoU dengan PT Bio Farma (Persero). MoU ditandatangani oleh Awaluddin dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir.
 
Melalui MoU akan dibahas lebih detail mengenai fasilitas kesehatan termasuk rencana pengoperasian laboratory test facilities di Bandara Soekarno-Hatta beserta seluruh prosedur, sarana dan prasarana. Laboratory fasilitas kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta ini nantinya memiliki kemampuan untuk melakukan PCR test terhadap penumpang pesawat.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif