Bumdes. Foto : Kemendagri.
Bumdes. Foto : Kemendagri.

100 BUMDes di NTT Pasarkan Produk secara Digital

Ekonomi bumdes NTT
Antara • 02 November 2020 16:32
Kupang: Sebanyak 100 unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Provinsi Nusa Tenggara Timur diberikan pembinaan agar mampu memperluas pemasaran berbagai produk unggulannya ke luar NTT secara digital.
 
"Kami bekerja sama dengan Dinas PMD Provinsi NTT untuk membina dan mendorong sebanyak 100 BUMDes agar mereka bisa memperluas pemasaran produknya ke luar NTT melalui skema digitalisasi," kata Koordinator P3MD Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Wilayah Provinsi NTT Kandidatus Angge dikutip dari Antara, Senin, 2 November 2020.
 
Ia mengatakan upaya ini dilakukan untuk mewujudkan target pemerintah provinsi  NTT agar sedikitnya ada 100 BUMDes yang didorong untuk bisa mengakses pasar di luar NTT secara digital pada 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan 100 BUMDes ini sudah teridentifikasi dan dibina untuk mengembangkan usaha dengan beragam komoditi unggulan yang dihasilkan seperti, hortikultura, kopi, cokelat, minyak goreng, tenun, dan sebagainya.
 
"Jadi mereka sudah memiliki basis usaha riil sehingga kita dorong secara kuat agar mampu berekspansi sampai pasar luar NTT dengan skema digitalisasi yang disesuaikan dengan produk unggulan masing-masing," jelasnya.
 
Kandidatus mencontohkan dua BUMDes di NTT yang cukup berhasil mengembangkan pemasaran produk secara digital yakni BUMDes Tujuh Maret di Desa Hadakewa, Kabupaten Lembata, yang menghasilkan olahan ikan teri dan BUMDes Au Wula di Desa Detusoko Barat, Kabupaten Ende, yang berusaha hortikultura.
 
"Kita ingin semakin banyak BUMDes di NTT yang mengikuti jejak kedua BUMDes ini, oleh karena itu saat ini kami fokus pada 100 BUMDes yang diharapkan terus bertambah ke depan," katanya.
 
Dari 3.026 desa di NTT, tambahnya, terdapat sebanyak 2.114 desa yang telah memiliki BUMDes, di antaranya 600-an BUMDes sudah masuk dalam skema digitalisasi dengan mendapat kodifikasi langsung dari Kementerian Desa PDTT.
 
"Target besar kita 600an desa ini secara bertahap kita dorong agar ke depan bisa mengakses pasar ke luar," pungkasnya.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif