Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Strategi Anak Usaha Semen Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

Nia Deviyana • 05 November 2021 07:49
Bogor: Anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SIG), PT Mitra Kiara Indonesia (MKI) menghadapi tantangan yang tidak mudah sejak didirikannya pada 9 November 2018. MKI yang fokus pada pengembangan produk turunan semen, mortar, tak hanya harus bersaing ketat dengan produsen lainnya, tetapi juga dihadapkan pada tekanan pandemi covid-19.
 
"Ini benar-benar membuat contraflow yang terjadi sebelum covid-19 menjadi challenging sepanjang tahun. Ketika semua yang di lokal sudah oke, tapi ada hambatan pada tenaga kerja yang diimpor, membuat semua jadi agak molor," ujar Direktur Utama PT Mitra Kiara Indonesia Mirza Whibowo Soenarto dalam Media Visit Pabrik MKI Bogor, Kamis, 4 November 2021.
 
Dalam peringatan ulang tahun ketiganya, lanjut Mirza, MKI bertekad untuk mengedepankan inovasi-inovasi terbaru dalam penciptaan produk yang andal mengingat saat ini kondisi industri mortar sudah mempunyai positioning yang kuat di masyarakat.

"Untuk kompetisi, mortar sudah punya berbagai macam brand dari gurem sampai yang paling besar. Kita lahir di tengah kompetisi tersebut, ditambah kondisinya lagi surplus semen. Jadi kita harus mampu membuat perbedaan dan pengembangan produk serta sistem penjualan," terangnya.
 
Mirza mencatat kenaikan market share mortar Jawa-Bali sebesar 1,03 persen dengan rata-rata pertumbuhan volume penjualan 32 persen month of month (mom). Mirza bilang volume penjualan memang tidak terlalu besar, namun ia optimistis mortar yang diproduksi MKI memiliki prospek dan posisi yang bagus di pasar.
 
"Ibarat kalau bicara startup, pilih growth atau keuntungan? Tentunya enggak bisa pilih dua-duanya, jadi pilih growth dulu. Artinya pasar menerima, pasar menyerap, dan pasar mengonsumsi," paparnya.

Distribusi

Mirza melanjutkan distribusi Mortar Indonesia didukung jaringan SIG yang luas sehingga ketersediaannya sudah menyebar di seluruh pulau Jawa, Makassar, Lampung, Medan, dan juga NTT.
 
"Dengan selalu mengutamakan inovasi, kami berkomitmen untuk terus menghasilkan produk mortar yang terpercaya yang juga didukung oleh Research and Development (RnD) serta peralatan pabrik dengan tekhnologi canggih," kata dia.
 
Direktur MKI Bagus Dwi Wasono mengeklaim mortar yang diproduksi berbeda dengan mortar lainnya di mana seluruh produksi mortar dari hulu ke hilir menerapkan sistem Integrated Comperehensive Process yang langsung didukung oleh SIG, sehingga dari pemilihan material hingga pengantongan mortar akan melalui serangkaian prosedur quality control menyeluruh.
 
"Hal tersebut juga didukung dengan kapasitas produksi pabrik MKI yang dapat mencapai 400 ribu ton per tahun yang menjadikan pabrik pertama MKI ini termasuk salah satu pabrik mortar terbesar di Indonesia," jelasnya.
 
Di masa mendatang, imbuh Bagus, tujuan utama MKI adalah memiliki produk portofolio yang cukup lengkap.  "Kami memastikan MKI dalam beberapa tahun mendatang mampu hadir untuk konsumen juga stakeholders mulai dari produk struktural sampai dengan finishing, serta selalu menyesuaikan perkembangan zaman yang tentunya bisa tiba-tiba saja berubah," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan