Berangkat dari Indonesia, tanpa latar belakang akademis yang istimewa, Hermawan Kartajaya justru menorehkan jejak global sebagai salah satu pemikir pemasaran paling berpengaruh di dunia.
Di pertengahan tahun 1994, ia meluncurkan konsep pemikiran marketing pertama, Conceptual Marketing Plus 2000 di Indonesia, yang kemudian diperkenalkannya ke sejumlah pemikir pemasaran dunia yang ditemui di Jakarta dan di Executive Education Class di Amerika, seperti pakar positioning Al Ries dan pakar global marketing Warren J. Keegan di tahun 1995.
Selain itu, ia juga memperkenalkan konsep asal Indonesia tersebut melalui Asia Pacific Marketing Federation (APMF) mulai tahun 1996. Yang menarik, Warren J. Keegan kemudian memasukkan konsep Hermawan tersebut sebagai apendik pertama buku Principle of Global Marketing.
Pendiri Indonesia Marketing Association (IMA) bersama Juan Permata Adoe di tahun 1996 ini kemudian menjadi Co-Founder Asia Marketing Federation (AMF) bersama Philip Kotler dan tokoh pemasaran lainnya di tahun 2007, sebagai repositioning dari APMF yang terlalu luas cakupan geografisnya. Bersama AMF, ia turut mendirikan World Marketing Council (WMC), sebuah forum global yang mempertemukan para pemikir, praktisi, dan institusi pemasaran lintas benua, yaitu Asia, Afrika, dan Eropa.
Memasuki usia ke-78, Hermawan Kartajaya kembali mengharumkan nama Indonesia melalui dua pengakuan internasional prestisius dan satu rekor dunia. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai thought-leader di bidang marketing.
Honorary Fellow of The Chartered Institute of Marketing (CIM), United Kingdom (UK)
Perjalanan jejak internasional Hermawan dimulai pada tahun 1995. Sebelum menulis buku marketing bersama The Father of Modern Marketing Philip Kotler, pria yang akrab disapa HK ini telah bekerja sama dengan dua ahli marketing dunia lainnya, Warren J. Keegan dan Al Ries, dimana mereka bahkan bersedia melakukan partnership untuk kantor mereka dengan kantor yang didirikan Hermawan di tahun 1990, MarkPlus.
Warren J. Keegan adalah ahli global marketing yang bukan hanya bersedia memuat Conceptual Marketing Plus 2000 ke dalam buku Principle of Global Marketing, tapi juga model lain MarkPlus, The 18 Guiding Principles of Marketing di buku Global Marketing Management. Pemuatan model tersebut, menjadi jembatan Hermawan Kartajaya bertemu dengan Philip Kotler pada Agustus 1998 di Moskow, Rusia, yang kemudian diikuti dengan kerjasama pembuatan buku pertama mereka, Repositioning Asia.
Sejak tahun 1998, Hermawan secara konsisten membangun kontribusi intelektualnya hingga menulis 13 buku bersama Philip Kotler yang dikelompokkan ke dalam tiga, Key Elements of Marketing, Tech Marketing, dan Entrepreneurial Marketing. Pemikiran ini menjadi rujukan lintas generasi pemasar di banyak negara.
Tibalah di tahun 2025, pengakuan tertinggi datang dari The Chartered Institute of Marketing (CIM), United Kingdom (UK), lembaga pemasaran profesional terbesar dan paling bergengsi di dunia. Pada World Marketing Forum (WMF) ke-5 di Colombo, Sri Lanka, Hermawan Kartajaya dianugerahi gelar Honorary Fellow of CIM-UK, sebuah penghargaan tertinggi yang hanya diberikan kepada individu dengan dampak global yang berkelanjutan. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Chris Daly, Chief Executive Officer CIM.
“Pada tahun 2003, Hermawan merupakan satu dari 50 Gurus Shaping the Future of Marketing. Ia juga terus menunjukkan kiprahnya sebagai profesional di bidang pemasaran hingga hari ini,” ujar Chris Daly di panggung World Marketing Forum ke-5 yang digelar di Colombo, Sri Lanka, Kamis, 13 November 2025.
“Sebagai pengakuan atas seluruh kontribusinya bagi dunia pemasaran, termasuk perannya sebagai Co-Founder dan memimpin Asia Marketing Federation sejak tahun 1991, serta World Marketing Council pada tahun 2025, dengan ini saya menganugerahkan Honorary Fellowship kepada Professor Hermawan Kartajaya,” tambah Chris.
Pengakuan ini melanjutkan legitimasi global yang telah ia raih sejak lebih dari dua dekade lalu, sejajar dengan tokoh dunia, seperti Philip Kotler, David Aaker, Gary Hamel, Tom Peters, dan Seth Godin.
Sebagai bagian dari rangkaian kehormatan ini, Hermawan Kartajaya diundang secara resmi oleh CIM-UK ke Moor Hall, London, untuk sesi podcast eksklusif bersama Prof. Malcolm McDonald, guru besar pemasaran terkemuka Britania Raya pada tanggal 2 April 2026. Ia akan membagikan pemikirannya mengenai perkembangan dan tantangan pemasaran global di tengah dinamika bisnis dan perubahan masyarakat dunia.
| Baca juga: Museum Marketing Philip Kotler Hadir di Indonesia |
Honorary Global Marketing Advisor by China Council for The Promotion International Trade (CCPIT)
Pengakuan internasional kedua datang dari China. Dalam rangkaian acara HK78 China Study Tour & Book Pre-Launch with CCPIT yang digelar di KBRI Beijing, Rabu, 20 November 2025, Hermawan Kartajaya dianugerahi gelar Honorary Global Marketing Advisor oleh China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT).
CCPIT merupakan lembaga pemerintah China yang berperan strategis dalam mempromosikan perdagangan internasional dan kerja sama global, yang berkantor pusat di Beijing. Penghargaan diserahkan oleh Shanshan Li, Deputy Director of International Cooperation CCPIT Commercial Sub-council, sebagai pengakuan atas kontribusi Hermawan dalam pengembangan strategi pemasaran global dan diplomasi ekonomi lintas negara.
Guinness World Records: Most Users in a Branding Video Lesson
Sebagai puncak rangkaian pencapaian tahun 2025, Hermawan Kartajaya mencatatkan namanya dalam Guinness World Records, melalui acara Special Museum Lecture by The GURU – “Branding Lenses: Key Elements, Tech, Entrepreneurship”. Acara tersebut diselenggarakan pada 10 November 2025 secara hybrid melalui Zoom dan Philip Kotler Museum of Marketing with Hermawan Kartajaya, Jakarta, sebuah webinar edukasi branding yang diikuti oleh 2.069 partisipan berhasil memecahkan rekor dunia sebagai “Most Users in a Branding Video Lesson.”
Penghargaan Guinness World Records ini disahkan oleh Sonia Ushirogochi, Official Adjudicator Guinness World Records Japan K.K., dan diserahkan secara simbolik pada perhelatan konferensi marketing terbesar di Indonesia, MarkPlus Conference 2026.
“Guinness World Records selalu merayakan pencapaian luar biasa yang lahir dari kekuatan kolaborasi. Hari ini, GUINNESS WORLD RECORDS – ‘Most Users in a Branding Video Lesson’ dengan bangga kami berikan kepada Hermawan Kartajaya,” ujar Sonia.
Keseluruhan kontribusi dan pencapaian ini menegaskan satu benang merah, yakni legasi pemikiran pemasaran untuk dunia. Dengan diumumkannya pencapaian ini secara resmi dalam momentum MarkPlus Conference 2026, Hermawan Kartajaya tidak hanya memperkuat reputasi globalnya sebagai thought-leader marketing, tetapi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pemikiran strategis dalam peta pemasaran dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News