Ilustrasi. FOTO: YCAB Foundation
Ilustrasi. FOTO: YCAB Foundation

Jadi Warisan Budaya, Ekspor Batik Tembus USD27,42 Juta di Semester I

Antara • 04 Oktober 2022 14:30
Bantul: Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi mengatakan nilai ekspor produk batik Indonesia pada semester satu 2022 mencapai USD27,42 juta. Adapun sumbangsih industri batik terhadap devisa tercermin melalui capaian ekspor sepanjang 2021 yang mencapai USD46,24 juta.
 
"Dan semester I-2022 nilai ekspor batik mencapai USD27,42 juta," katanya pada puncak peringatan Hari Batik Nasional 2022 yang digelar secara hybrid di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB), Yogyakarta, DIY, dilansir dari Antara, Selasa, 4 Oktober 2022.
 
Oleh karena itu, Doddy mengharapkan kinerja industri batik yang baik ini dapat terus berkembang maju seiring dengan pulihnya kondisi ekonomi nasional pascapandemi covid-19. Menurut dia, Hari Batik Nasional merupakan bagian yang tidak terpisahkan atas pengukuhan badan PBB, UNESCO, bahwa batik Indonesia menjadi warisan budaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengukuhan UNESCO itu menjadi suatu kebanggaan dan sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia, karena seluruh pemangku kepentingan batik di Indonesia dituntut untuk terus melestarikan dan melindungi batik sebagai warisan budaya yang berkelanjutan," tuturnya.
Baca: Bukan Maen! Serbuan Wisman ke Indonesia Meroket 2.000% hingga Agustus 2022

Lebih lanjut, Kepala BSKJI mengatakan, tema Hari Batik Nasional 2022 adalah 'Batik Merangkai Indonesia'. Batik sebagai budaya asli milik Indonesia kini telah tumbuh di daerah-daerah, yang bahkan tidak memiliki tradisi membatik.
 
Dia mengatakan batik dari sudut pandang industri juga telah mendorong banyak daerah untuk bisa memiliki ciri khas dan motif yang mewakili unsur kearifan lokal. Di sisi lain, tema Hari Batik Nasional itu juga sejalan dengan Presidensi G20 'Recover Together, Recover Stronger' yang tercermin dari besarnya tenaga kerja yang bergantung pada industri ini.
 
"Keberadaan industri batik Nusantara inilah yang diharapkan mampu menjadi sarana pemersatu Indonesia untuk pulih dan bangkit dari dampak pandemi yang saat ini tengah berlangsung," pungkasnya.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif