Ilustrasi. Foto: Pexels
Ilustrasi. Foto: Pexels

3 Sektor Ini Paling Terdampak Covid-19

Ekonomi pariwisata infrastruktur energi pandemi covid-19
Annisa ayu artanti • 20 Oktober 2020 19:11
Jakarta: Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyatakan terdapat tiga sektor yang paling terdampak pandemi covid-19. Ketiga sektor tersebut adalah energi, pariwisata, dan infrastruktur.
 
"Yang pertama adalah energi. Jadi di seluruh portofolio BUMN memang tiga sektor ini yang paling terdampak," kata kartika dalam Capital Market Summit & Expo 2020, Selasa, 20 Oktober 2020.
 
Ia menyebutkan PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) menjadi perusahaan yang terdampak secara signifikan akibat pandemi karena mengalami penurunan konsumsi energi yakni Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik yang drastis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian sektor pariwisata, pria yang akrab disapa Tiko ini mengatakan, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang bertujuan untuk mengurangi penyebaran covid-19 di beberapa wilayah Indonesia membuat industri penerbangan dan perhotelan babak belur.
 
"Dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dampak kepada airline, hotel, dan sebagainya ini berdampak langsung sehingga kita harus melakukan program penyelamatan sebagaimana yang dilakukan kepada Garuda," tuturnya.
 
Sementara untuk sektor infrastruktur, Tiko menjelaskan dampak covid-19 yang paling terasa adalah di sektor infrastruktur transportasi.
 
Perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor tersebut mengalami penurunan jumlah penumpang signifikan. Pandemi covid-19 telah memangkas mobilitas masyarakat.
 
"Ada perusahaan seperti Kereta Api Indonesia, Jasa Marga, Waskita yang mengelola jalan tol ini terdampak signifikan. Kalau kita lihat dari sisi KAI saat ini trafik penumpang per hari itu hanya sekitar 15 persen dari pada kondisi normal pre-covid. Masih sangat lambat karena rasa nyaman masyarakat untuk naik transportasi umum masih jauh lebih rendah dari kondisi pre covid," jelasnya.
 
Namun demikian, Tiko menambahkan kondisi ekonomi tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan negara lain yang pertumbuhan ekonominya terkontraksi dalam akibat pandemi.
 
"Indonesia termasuk salah satu dari negara yang mengalami perlambatan ekonomi yang sifatnya masih moderat. Banyak negara lain yang mengalami perlambatan ekonomi cukup dalam," ungkapnya.
 
Menurutnya, pemerintah telah menjalankan kebijakan gas dan rem yang optimal sehingga Indonesia tidak terlalu jauh jatuh ke dalam jurang resesi.
 
Alhasil, setelah beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah, mobilitas masyarakat sudah berangsur pulih. Masyarakat sudah mulai melakukan perjalanan baik itu untuk kegiatan bisnis atau wisata.
 
"Kalau kita lihat di tol road ada berita positif bahwa transportasi darat sudah mulai menggeliat dan saat ini trafik di darat sudah mencapai diatas 50 persen terutama di Trans Jawa dan Trans Sumatra," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif