Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Ingat, Cuti Hamil, Melahirkan, Menyusui, dan Haid Tak Dihapus di UU Cipta Kerja

Ekonomi buruh ketenagakerjaan Omnibus Law Airlangga Hartato
Medcom • 08 Oktober 2020 12:18
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan aturan cuti hamil, cuti melahirkan, cuti menyusui, dan cuti haid kepada pekerja atau buruh tetap ada. UU Omnibus Law Cipta Kerja yang baru saja disahkan tak menghapus aturan-aturan itu.
 
"Mengenai isu cuti haid dan melahirkan dihapus, kami tegaskan pengusaha wajib memberikan cuti dan waktu istirahat, wajib memberikan waktu ibadah, demikian juga terkait dengan cuti-cuti, baik itu untuk melahirkan, menyusui, dan haid tetap sesuai dengan UU lama. Tidak dihapus," jelas Airlangga saat konferensi pers penjelasan UU Cipta Kerja di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Dalam Pasal 79 UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 tertulis bahwa pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti. Perusahaan tertentu dapat memberikan istirahat panjang yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Maka, klaim semua hak cuti hilang tidak benar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah meyakini bahwa UU Cipta Kerja adalah UU yang mementingkan kepentingan rakyat. UU ini juga diyakini bisa memberikan kepastian hukum dan merupakan hal yang diperlukan dalam penciptaan lapangan kerja dan kepastian dalam bekerja.
 
Rapat Paripurna DPR RI pada Senin, 5 Oktober 2020 telah resmi mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU Cipta Kerja. Turut hadir dalam rapat Menko Perekonomian Airlanga Hartarto, Menaker Ida Fauziyah, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menkeu Sri Mulyani, Mendagri Tito Karnavian, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, dan Menkum HAM Yasonna Laoly.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif