Proyek strategis nasional pembangunan pabrik bijih nikel PT Ceria Nugraha Indotama di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Foto: dok CNI.
Proyek strategis nasional pembangunan pabrik bijih nikel PT Ceria Nugraha Indotama di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Foto: dok CNI.

Proyek Strategis Smelter Bijih Nikel di Kolaka Ditargetkan Rampung 2024

Ekonomi smelter nikel Proyek Strategis Nasional
Ade Hapsari Lestarini • 08 Maret 2021 06:53
Jakarta: Setelah ditetapkan masuk dalam program pembangunan smelter sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) mempercepat pembangunan pabrik bijih nikel di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
 
Proyek Pembangunan Pabrik Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dan Pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Kobalt dengan Teknologi (HPAL) ini ditargetkan mulai beroperasi dan rampung pada 2024.
 
Deputi Direktur PT CNI Djen Rizal mengatakan perusahaan terus menggenjot pembangunan infrastruktur strategis di lokasi smelter. Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pabrik, PT CNI telah menggandeng sejumlah BUMN Indonesia, yakni PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT PP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara PT PLN (Persero) bekerja sama untuk penyediaan sumber energi listriknya berdasarkan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) sebesar 350 megawatt (mw).
 
"Pembangunan smelter tetap on progres dan kami optimistis smelter bisa selesai sesuai target meskipun sempat terkendala oleh pandemi covid-19," ujar Djen, dalam keterangan resminya, Senin, 8 Maret 2021.
 
Adapun kerja sama PT CNI dan Wijaya Karya fokus pada pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian nikel RKEF Produksi 3 dan 4 (2x27 MVA). Kontrak kerja sama di bidang Engineering, Procurement, and Construction (EPC) itu senilai Rp2,8 triliun. WIKA mendapat kepercayaan sebagai pelaksana proyek tersebut berdasarkan evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi, dan verifikasi oleh PT CNI.
 
Pabrik feronikel tersebut akan terdiri dari dua lajur produksi, masing-masing lajur akan ditunjang dengan fasilitas produksi utama yaitu Rotary Dryer berkapasitas 196 ton per jam (wet base), dan Rotary Kiln berkapasitas 178 ton per jam (wet base).
 
Kemudian, electric furnace berkapasitas 72 MVA serta peralatan penunjang lainnya dengan target penyelesaian proyek pada 2023 dan mampu mencapai kapasitas produksi sebesar 27.800 ton Ni per tahun (feronikel 22 persen Ni).
 
Selain itu kerja sama keduanya juga berfokus pada sinergi EPC proyek nickel laterite hydrometallurgy beserta power plant dengan estimasi nilai kontrak sebesar USD1,1 miliar.
 
Proyek HPAL yang menjadi inti pada kerja sama dengan CNI-WIKA tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi per tahun sebesar 100 ribu ton per tahun Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) (40 persen Ni dan 4 per Co dalam MHP). Serta 158 ribu ton per tahun konsetrat chromium.
 
Sementara kerja sama CNI dan PP fokus pada pembangunan pabrik peleburan (smelter) feronikel fase 2 (jalur produksi 2) dan fase 4 (jalur produksi 5 dan 6).
 
Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo sebelumnya melalui Surat kepada PT Ceria Nugraha Indotama Nomor:  T/I/PW/68/D.VI.M.EKON.KPPIP/12/2020 tanggal 04 Desember 2020, Perihal Status PSN  Smelter Nikel PT Ceria Nugraha Indotama, menerangkan bahwa Program pembangunan smelter merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden nomor 109 tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
 
Dijelaskan dalam rapat terbatas evaluasi PSN yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Mei 2020, program pembangunan smelter terdiri dari 22 proyek smelter yang tersebar di Indonesia.
 
Salah satu dari 22 smelter yang termasuk dalam program pembangunan smelter adalah pabrik pengolahan komoditi bijih nikel di Kabupaten Kolaka, Sulawei Tenggara yang dikembangkan oleh PT CNI.
 
"Kami menerangkan bahwa proyek smelter nikel PT Ceria Nugraha Indotama di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan bagian dari program pembangunan smelter sebagai salah satu PSN," pungkasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif