Produksi minyak di Pertamina EP. (Foto: dok Pertamina EP)
Produksi minyak di Pertamina EP. (Foto: dok Pertamina EP)

Pertamina EP Upayakan Peningkatan Produksi di Tengah Pandemi

Ekonomi minyak pertamina ep
Suci Sedya Utami • 02 Agustus 2020 14:13
Jakarta: PT Pertamina EP berupaya memenuhi target produksi dan meningkatkan cadangan minyak untuk menjaga ketahanan energi nasional kendati di tengah pandemi covid-19.
 
Upaya peningkatan tersebut dilakukan melalui program well intervention di sumur SKW-21 Pertamina EP Asset 4 Lapangan Sukowati. Melalui program well intervention produksi minyak berhasil ditambahkan sebesar sebesar 2.200 barel per hari (bph).
 
"Sumur SKW-21 hingga per 21 Juli 2020, menambahkan total produksi menjadi sebesar 9.821 BOPD melebihi target harian yang dibebankan kepada Sukowati Field," ujar Direktur Utama PT Pertamina EP Eko Agus Sardjono dalam keterangan resmi, Minggu, 2 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai salah satu lapangan utama di Pertamina EP Asset 4, Lapangan Sukowati menyumbang 60 persen dari keseluruhan produksi minyak di Pertamina EP Asset 4. Salah satu upaya Lapangan Sukowati untuk mencapai target produksi tersebut yakni dengan melalui kegiatan servis pada sumur yang dikelolanya.
 
Kemudian juga dengan pengeboran baru di sumur SBJ-343 Pertamina EP Asset 5 Lapangan Sangasanga. Pengeboran baru ini menambah produksi sebesar 381 bph. Sumur SBJ-343 yang ditajak pada 17 Juni lalu akan menambahkan produksi minyak Pertamina EP Sangasanga Field yang saat ini mencapai 5.672 bph dan gas sebesar 2.612 juta standar kaki kubik (mmscfd).
 
Selain itu upaya peningkatan cadangan migas juga dilakukan melalui kegiatan ekplorasi di Area Jawa Bagian Barat pada sumur Akasia Prima (AKP)-001 dan Sumur Wolai (WOL)-002 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Saat ini kedua sumur eksplorasi tersebut dalam tahap proses evaluasi cadangan minyak dan gas.
 
“Kami harapkan penemuan sumber daya migas ini dapat menguatkan optimisme pencarian sumber daya baru dan segera berkontribusi dalam menjaga daya dukung produksi minyak dan gas beberapa tahun ke depan, sehingga dapat memastikan keberlanjutan pasokan energi untuk negeri," ujar Agus.
 
Terkait dengan kondisi pandemi covid-19, Pertamina EP juga memastikan seluruh kegiatan operasi maupun perkantoran mematuhi seluruh protokol kesehatan serta penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat.
 
Dalam menghadapi kondisi rendahnya harga minyak, Pertamina EP selalu melakukan evaluasi secara berkala terhadap semua program kerja dan biaya operasi agar diperoleh prioritas dan efisiensi yang optimal. Program kerja diprioritaskan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan operasi dan produksi migas dengan selektif melakukan eksekusi rencana kerja sesuai dengan keekonomian.
 
Hingga akhir Juni 2020, realisasi produksi minyak PT Pertamina EP mencapai sebesar 80.516 BOPD dan produksi gas sebesar 875,87 MMSCFD.
 
“Kontributor terbesar produksi minyak adalah Asset 5 di Kalimantan dengan produksi rata-rata 18.600 bph, Sedangkan produksi gas terbesar ada di Asset 2 di Sumatera Selatan sebesar 351 mmscfd," pungkas Agus.

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif