Brompton. Foto: AFP.
Brompton. Foto: AFP.

Pembeli Sepeda Brompton Harus Menunggu sampai Januari

Ekonomi sepeda Bisnis Sepeda
Ilham wibowo • 23 Juni 2020 19:45
Jakarta: Produsen sepeda asal Inggris, Brompton, mengalami lonjakan permintaan di berbagai negara termasuk Indonesia selama pandemi covid-19. Proses pembeliannya agar sampai di dalam negeri pun mesti inden atau menunggu hingga Januari 2021.
 
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo menyebutkan bahwa penjualan sepeda lipat produksi Brompton mengalami peningkatan hingga empat kali lipat. Fenomena ini seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih peduli kesehatan dengan lebih banyak berolahraga.
 
"Karena ada keterbatasan suplai dari produsen di London, UK. Saat kasus covid-19 meningkat mereka sempat menghentikan atau mengurangi produksi dan ini menyebabkan suplai ke banyak negara berkurang," kata Eko kepada Medcom.id, Selasa, 23 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eko menuturkan bahwa di tingkat distributor resmi di Indonesia, ketersediaan stok baru sepeda Brompton saat ini sudah langka. Di negara asalnya, kata dia, sepeda Brompton juga jadi rebutan masyarakat yang ingin memiliki sepeda lipat yang muncul pertama kali pada 1976 itu.
 
"Brompton ini belum jelas suplainya kapan dan kemungkinan bisa sampai Agustus 2020. Ada informasi produsen itu sampai akhir tahun belum bisa suplai karena kebutuhannya tinggi sekali," ucap Eko.
 
Sepeda Brompton dengan model tiga lipatan merupakan jenis yang paling disukai di kalangan anak muda maupun tua masyarakat Indonesia. Padahal, harga termurah transportasi kayuh ini berada di angka Rp32 juta di tingkat distributor atau importir. Menurut Eko, banyaknya permintaan juga membuat harga produk mengalami lonjakan.
 
"Kenaikan penjualan sepeda Brompton ini luar biasa, harga sudah enggak normal sekarang, semua di atas Rp35 juta," ungkapnya.
 
Pembeli yang ingin mengincar cepat sepeda Brompton pun kini mesti merogoh kocek lebih banyak lantaran produk sudah berada di tingkat individu. Harga bekas pakai pun sudah melebihi harga pembelian baru.
 
"Untuk tipe yang lipatan tiga itu jarang jual bekas, andaikan ada itu jual bekas cari untung, misalnya Brompton yang awalnya dia beli Rp32 juta lalu dijual di atas Rp35 juta kan dia sudah untung dan itu memang laku karena pasar belum ada yang suplai sementara permintaan tinggi," tuturnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif