Menteri Perdagangan M Lutfi. Foto: MI/Abdullah
Menteri Perdagangan M Lutfi. Foto: MI/Abdullah

Mendag: Perang Dagang Tak Ganggu Hubungan Bilateral RI dengan AS-Tiongkok

Ekonomi Kementerian Perdagangan Perang dagang M.Lutfi
Insi Nantika Jelita • 31 Januari 2021 11:17
Jakarta: Indonesia terus menjalin hubungan bilateral dengan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok di tengah perang dagang antara kedua negara tersebut. Sebab, Tiongkok dan AS merupakan negara mitra strategis bagi Indonesia, termasuk di masa pandemi covid-19.
 
"Indonesia tetap menjalin hubungan baik dengan AS dan Tiongkok, serta menjadi mitra yang solid meskipun terjadi perang dagang," ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dilansir dari Mediaindonesia.com, Minggu, 31 Januari 2021.
 
Lutfi menyebut AS dan Tiongkok berperan besar terhadap kinerja perdagangan Indonesia. Begitu juga Indonesia merupakan negara yang penting di bidang perdagangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan AS, Indonesia mendapatkan skema khusus melalui Generalized System of Preference (GSP), yang pemanfaatannya terus meningkat hingga mencapai 15,2 persen pada periode Januari-November 2020.
 
Selain itu, pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS terpilih pada 20 Januari lalu merupakan peristiwa strategis bagi hubungan Indonesia dan AS. Prospek ekonomi dan perdagangan pun diperkirakan jauh membaik pada kepemimpinan Biden.
 
Indonesia, lanjutnya, bakal mengoptimalisasi pemanfaatan fasilitas GSP untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar AS dan mengupayakan pendekatan keseimbangan perdagangan dan investasi dengan memanfaatkan berbagai perjanjian dagang internasional, serta memperluas pasar nontradisional.
 
Kemendag mencatat pada Januari-November 2020, ekspor Indonesia ke AS naik 3,57 persen dibandingkan periode sama pada 2019. Ekspor masih didominasi pakaian jadi sebesar 19,4 persen elektronik dan produk karet sebesar 7,95 persen.
 
Ekspor Indonesia ke AS menunjukkan tren peningkatan selama pandemi covid-19. Sementara itu, hubungan kerja sama perdagangan dan investasi Indonesia dengan Tiongkok sudah terjalin melalui skema ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
 
Bahkan, tambah Lutfi, fasilitas perdagangan untuk pemanfaatan ACFTA dilaporkan meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada periode Januari-November 2020, ekspor Indonesia ke Tiongkok naik sebesar 10,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor masih didominasi besi dan baja sebesar 23,7 persen mineral dan minyak kelapa sawit 10,63 persen.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif