Ilustrasi sentra perikanan - - Foto: dok MI
Ilustrasi sentra perikanan - - Foto: dok MI

KKP Kebut Pembangunan 5 Sentra Perikanan Pakai Dana Hibah Jepang

Insi Nantika Jelita • 07 April 2022 21:20
Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan percepatan penyelesaian pembangunan lima Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT).
 
Pembangunan lima SKPT meliputi di Sabang, Natuna, Morotai, Moa, dan Saumlaki merupakan hasil kerja sama KKP dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dari dana hibah Pemerintah Jepang sebesar 5,5 miliar Yen.
 
Trenggono mengungkapkan karena pandemi covid-19, terjadi keterlambatan pembangunan lima SKPT di pulau terluar. Sehingga percepatan pembangunan harus dilakukan guna mendukung peningkatan produktivitas subsektor perikanan tangkap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Di 2020 dan 2021 ada keterlambatan karena harus ada approval dari JICA dan JICA consultant tidak bisa datang ke sini,” kata Trenggono dalam keterangannya saat bertemu Chief Representative JICA Indonesia Shigenori Ogawa di Gedung KKP, Jakarta, Kamis, 7 April 2022.
 
Dalam Mempercepat penyelesaian pembangunan lima SKPT ini, KKP merancang skema pelaksanaan tender guna mendapatkan penyedia jasa konstruksi. Pekerjaan yang direncanakan adalah pembangunan pelabuhan perikanan dan pasar ikan.
 
“Akhir Juli atau awal Agustus sudah bisa mulai konstruksi fisiknya,” tambah Direktur Kepelabuhan Ditjen Perikanan Tangkap KKP Tri Aris Wibowo.
 
Sementara itu, Chief Representative JICA Indonesia Shigenori Ogawa mengaku siap mendukung percepatan penyelesaian pembangunan. Rencananya, proyek strategis ini akan menjadi pembahasan dalam pertemuan pemimpin kedua negara pada rangkaian kegiatan puncak G20 menjelang akhir tahun nanti.
 
“Kami mengharapkan proses konstruksi bisa dimulai Agustus. Proyek ini merupakan proyek yang strategis dan simbolis antara dua negara, jadi kemungkinan di pertemuan G20 akan dibahas juga,” terang Ogawa.
 
Selain membahas pembangunan SKPT, dalam pertemuan tersebut dibahas pula potensi kerja sama lainnya di masa yang akan datang, seperti pembangunan dermaga kapal pengawas, pelatihan awak untuk peningkatan kualitas pengawasan, serta pembangunan pelabuhan perikanan di zona-zona penangkapan ikan terukur.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif