Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

PTBA Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris, Cek Susunan Terbarunya

Desi Angriani • 23 Desember 2021 18:03
Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memutuskan perubahan susunan direksi dan komisaris perseroan. RUPSLB tersebut menyetujui pengangkatan Arsal Ismail sebagai Direktur Utama menggantikan Suryo Eko.
 
Kemudian menunjuk Suherman sebagai Direktur Sumber Daya Manusia menggantikan Dwi Fatan Lilyana serta mengangkat Devi Pradnya Paramita sebagai komisaris menggantikan Jhoni Ginting.
 
Berikut susunan direksi-komisaris PTBA terbaru:

Dewan Direksi

Direktur Utama: Arsal Ismail.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Farida Thamrin.
Direktur Pengembangan Usaha: Rafii Yandra.
Direktur Operasi dan Produksi: Suhedi.
Direktur Sumber Daya Manusia: Suherman.


Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Agus Suhartono.
Komisaris Independen: Andi Pahril Pawi.
Komisaris: Devi Pradnya Paramita.
Komisaris: Edmar Piterdono Hamzah.
Komisaris: Carlo Brix Tewu.
Komisaris: Irwandy Arif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"PTBA mengucapkan selamat bertugas kepada jajaran direksi dan komisaris yang telah diangkat. Perseroan juga menyampaikan terima kasih kepada Suryo Eko, Dwi Fatan, Fuad Iskandar dan Jhoni Ginting atas dedikasi yang diberikan," kata Komisaris Utama PTBA Agus Suhartono dalam konferensi pers RUPSLB PTBA secara virtual, Kamis, 23 Desember 2021.

Kinerja PTBA


Dari sisi operasional, Bukit Asam berhasil meningkatkan produksi batu bara mencapai 28,0 juta ton dengan angkutan kereta api sebesar 23,4 juta ton dan penjualan batu bara sebesar 25,8 juta ton sampai dengan 30 November 2021. Perseroan menargetkan kenaikan volume produksi batu bara dari 24,8 juta ton pada 2020 menjadi 30 juta ton pada 2021.
 
Dari sisi keuangan, PTBA berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp26,2 triliun dengan laba bersih sebesar Rp7 triliun hingga akhir November 2021. Bukit Asam juga mencatatkan EBITDA Rp10,6 triliun dan total aset perseroan sebesar Rp35,2 triliun.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif