Ilustrasi G20. Foto: AFP/Mast Irham.
Ilustrasi G20. Foto: AFP/Mast Irham.

Jangkau Seluruh Masyarakat, Kominfo Gencar Gaungkan Presidensi G20

Ekonomi Kominfo KTT G20 Indonesia Ketua G20 G20 Pertemuan G20 Presidensi G20
Ade Hapsari Lestarini • 21 April 2022 11:12
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus menggaungkan Presidensi G20 Indonesia 2022 agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut diimplementasikan melalui media-media yang bisa menyampaikan narasi dengan baik.
 
"Penulisan siaran pers yang terstruktur dan dikonstruksi dengan baik, sehingga akan menghasilkan narasi yang mudah diterima media untuk kemudian dijadikan konten dalam pemberitaannya. Kemampuan seperti ini akan mendorong gaung Presidensi G20 Indonesia 2022 menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang menjadi konsumen media," ujar Direktur Pengelolaan Media, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Kominfo Nursodik Gunarjo, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 21 April 2022.
 
Dia menjelaskan, siaran pers menjadi salah satu amunisi penting dalam menyampaikan narasi Presidensi G20 kepada media dan publik. Karena menjadi salah satu hal yang penting, maka seyogyanya harus dibuat dengan kaidah-kaidah yang memenuhi standar penulisan media baik itu dari segi format maupun substansinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Presidensi G20 Indonesia yang berlangsung sepanjang 2022 saat ini tengah disorot dunia. Maka itu komunikasi publik yang kuat dan masif yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam siaran pers, mutlak diperlukan. Hal ini untuk memenangkan narasi positif yang mampu memberi nilai tambah terkait peran Indonesia di G20," jelasnya.
 
Selain itu, dengan narasi-narasi tersebut, masyarakat bisa mengambil manfaat dari penyelenggaraan Presidensi G20. Siaran pers yang baik, kata dia, tentu akan mewarnai pemberitaan di media nasional dan bahkan internasional. Sebagai koordinator kehumasan pada Presidensi G20, maka Kominfo bekerja sama dengan Kantor Staf Kepresidenan menggelar Bimtek yang salah satu tujuannya adalah menyukseskan komunikasi publik penyelenggaraan Presidensi G20.
 
Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Komunikasi Politik Juri Ardiantoro menambahkan, tugas kehumasan G20 bukan hanya sekadar memberikan pengetahuan terkait Presidensi G20 kepada masyarakat. Namun yang lebih penting adalah mampu membangun persepsi yang kuat bahwa Indonesia dipercaya oleh dunia internasional, dan ada manfaat yang bisa dipetik.
 
"Dengan persepsi yang kuat di tengah masyarakat maka tentu saja kita mengharapkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan dunia internasional kepada Indonesia," kata Juri.
 
Staf Ahli Utama KSP Widiarsi Agustina mengingatkan narasi G20 yang diinginkan Presiden adalah komunikasi masif di dalam dan luar negeri untuk membangun kepercayaan terkait Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, akan berperan penting dalam menyampaikan komunikasi yang masif tersebut.
 
"Terlebih lagi karena sebagian besar pertemuan G20 dilakukan secara tertutup, sehingga ini menjadi kunci komunikasi untuk dibawa ke ruang publik. Ini menjadi seni pembuatan siaran pers," katanya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif