Ilustrasi kendaraan otonom - - Foto: dok Toyota
Ilustrasi kendaraan otonom - - Foto: dok Toyota

Kendaraan Otonom Bakal Jadi Transportasi Utama di Ibu Kota Baru

Insi Nantika Jelita • 23 Mei 2022 07:26
Jakarta: Pemerintah akan menggunakan kendaraan tanpa awak atau autonomous vehicle (otonom) sebagai tulang punggung transportasi publik di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.  
 
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono menuturkan, kendaraan otonom itu akan menjadi bagian penting sistem transportasi cerdas sebagai layanan kepada masyarakat.  
 
“Kami ingin memiliki rute sesuai permintaan dan dinamis dari mobil tanpa awak kami daripada sistem bus yang terjadwal dengan rute tetap,” ungkapnya dalam siaran pers yang dikutip, Senin, 23 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Otorita IKN itu menjelaskan, kehadiran kendaraan otonom tersebut bertujuan untuk menciptakan mobilitas perkotaan yang lebih efisien, mengurai kemacetan dan menekan emisi.
 
"Serta menyediakan mobilitas bagi penyandang disabilitas dan kebutuhan khusus," terang Bambang.
 
Saat ini Otorita Ibu Kota Nusantara sedang mengembangkan masterplan kota pintar Nusantara yang mencerminkan teknologi mutakhir, dengan fokus menciptakan ekosistem yang akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
 
Intelligent Transport System adalah salah satu fitur terpenting di kota pintar," imbuhnya.
 
Pihaknya bakal mengembangkan ITS yang menerapkan teknologi IoT (Internet of Things), menggunakan big data, dan menerapkan artificial intelligence atau kecerdasan buatan sebagai tulang punggung sistem di IKN.  
 
"Kami bekerja sama dengan ITS Asia Pasifik, pusat keunggulan di universitas di seluruh dunia dan industri dalam hal ini,” tambah Bambang.
 
Adapun perkembangan teknologi dan inovasi akan memainkan peran penting, tidak hanya dalam mengembangkan kota pintar sebagai salah satu solusi tantangan perkotaan, tetapi juga dalam menciptakan model baru pengelolaan kota masa depan.
 
"IKN akan terhubung secara digital yang layak secara ekonomi, diinginkan secara sosial, dan berkelanjutan secara lingkungan," harapnya.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif