Ilustrasi data PMI Manufaktur - - Foto: Medcom
Ilustrasi data PMI Manufaktur - - Foto: Medcom

Tahun Macan Air, PMI Manufaktur RI Makin Ekspansif

Antara • 02 Februari 2022 12:38
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melaporkan industri pengolahan nonmigas di Tanah Air masih menunjukkan geliatnya pada awal 2022. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Januari yang berada di level 53,7.
 
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para pelaku industri manufaktur di Tanah Air. Kabar baik ini merupakan sinyal atau indikator pelaku industri makin optimistis terhadap kondisi ekonomi saat ini," kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Rabu, 2 Februari 2022.
 
Capaian pada bulan pertama tahun macan air tersebut naik dibanding Desember tahun lalu yang mencapai 53,5. Indeks di atas 50 menandakan industri manufaktur dalam tahap ekspansif atau di atas rata-rata negara ASEAN yang berada di angka 52,7.

Berikut PMI Manufaktur di sejumlah negara ASEAN:

  1. Malaysia (52,8).
  2. Filipina (50,0).
  3. Korea Selatan (51,9).
  4. Rusia (51,8).
  5. Tiongkok (49,1).
Menperin menegaskan pemerintah bertekad untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif, meskipun di tengah tekanan gelombang ketiga pandemi covid-19.
 
"Berbagai kebijakan strategis telah dijalankan pemerintah dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, termasuk memberikan stimulus bagi pelaku industri agar bisa berproduksi dan berdaya saing," paparnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menperin meyakini sektor industri manufaktur tetap memainkan peranan penting bagi perekonomian nasional. "Peran penting ini dapat dilihat dari kinerja makro sektor industri manufaktur di beberapa indikator, misalnya realisasi investasi, capaian ekspor, dan penambahan tenaga kerja," ungkap Menperin.
 
Dari sisi ekspor, industri manufaktur terus berkontribusi yang paling besar dengan nilai ekspor 2021 sebesar USD177,10 miliar atau menyumbang hingga 76,49 persen dari total ekspor nasional. Jumlah tersebut melampaui ekspor manufaktur 2020 sebesar USD131 miliar dan bahkan lebih tinggi dari 2019 mencapai USD127,38 miliar.
 
Sementara itu realisasi investasi di sektor manufaktur 2021 tercatat sebesar Rp325,4 triliun atau naik 19,24 persen dibanding 2020.
 
Menurut IHS Markit, sektor manufaktur Indonesia terus berekspansi pada tingkat solid di awal 2022. Kondisi permintaan secara umum menguat, sebagian karena catatan kenaikan pada penjualan asing yang mendukung kenaikan lebih tajam pada output manufaktur. Hal ini kemudian mendorong kenaikan aktivitas pembelian dan aspek ketenagakerjaan.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif