Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia - - Foto: MI/ Panca Syurkani
Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia - - Foto: MI/ Panca Syurkani

Langkah Strategis Lahirkan 'New Garuda Indonesia'

Ekonomi bisnis maskapai BUMN Garuda Indonesia Industri Penerbangan
Husen Miftahudin • 13 Agustus 2021 10:43
Jakarta: Pakar industri penerbangan Hendra Soemanto membeberkan sejumlah langkah strategis guna mewujudkan rencana manajemen PT Garuda Indonesia dalam membentuk Garuda Indonesia Baru (New Garuda Indonesia).
 
Pembentukan Garuda Indonesia Baru ini bertujuan untuk mengakselerasi pencapaian bisnis yang berkelanjutan pascakrisis akibat pandemi covid-19.
 
"Krisis ini terus memberikan dampak yang signifikan khususnya industri penerbangan di tengah pembatasan perjalanan yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Hendra seperti dikutip dalam keterangan resminya, Jumat, 13 Agustus 2021.
 
Hendra tak memungkiri jika industri penerbangan berkaitan erat dengan industri pariwisata. Bahkan transportasi udara merupakan salah satu sarana penunjang wisata. Maka ketika ada pembatasan perjalanan tujuan wisata dan kegiatan masyarakat, industri penerbangan langsung terpukul.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun demikian, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang merupakan kebijakan pemerintah merupakan strategi untuk menangani penyebaran pandemi covid-19, dan tentunya harus didukung oleh para pebisnis di berbagai industri," tegasnya.
 
Terkait bagaimana langkah Garuda Indonesia melewati krisis dan lolos dari kebangkrutan, perusahaan penerbangan pelat merah itu perlu dukungan penuh dari pemerintah. Namun, tegasnya, manajemen Garuda Indonesia juga harus berkomitmen untuk melakukan perubahan yang fundamental.
 
Selain itu, manajemen Garuda Indonesia juga harus berpegang teguh menegakkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG), membangun tata kelola yang transparan, efisien, profit oriented, serta menerapkan sistem operasi yang terintegrasi dan accessible yang berkelanjutan.
 
"Sudah saatnya Garuda Indonesia beradaptasi dengan era digitalisme sebagai strategi efisiensi. Meningkatkan teknologi dalam sistem direct selling, memanjakan customer dengan fitur yang mudah diakses pada saat proses pembelian tiket, booking seat, pemilihan menu inflight service, dan menawarkan fasilitas transportasi dan akomodasi di kota destinasi," paparnya.
 
Terkait dengan strategi pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), manajemen Garuda Indonesia juga harus menata, mengelola, dan mempersiapkan SDM yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan perubahan.
 
"Selain itu, mengoptimalkan keunggulan insan Garuda Indonesia menjadi individu yang unggul, bermotivasi tinggi, dan mampu memberikan kinerja excellent guna mengawal lahirnya 'New Garuda Indonesia'," pungkas Hendra.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif