Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar - - Foto: dok Kemendes PDTT
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar - - Foto: dok Kemendes PDTT

Bangga Buatan Indonesia, Kemendes Luncurkan Go Borneo

Ekonomi Produk Dalam Negeri UMKM e-commerce Kemendes PDTT layanan digital Bangga Buatan Indonesia
Suci Sedya Utami • 01 September 2021 13:32
Jakarta: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDDT) menggelar soft launching Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Kalimantan Timur dengan mengusung tema 'Go Borneo. Desa Bisa dan Dapat Dipercaya'.
 
Dalam sambutannya, Menteri Desa PDDT Abdul Halim Iskandar mengatakan secara nasional BBI telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo sejak Mei 2020. Namun, sebagai salah satu kementerian yang turut andil dalam gerakan tersebut, pihaknya ingin lebih mengoptimalkan Gernas BBI ke daerah-daerah dan mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), Badan Usaha Milik (BUMDesa) serta BUMDes Bersama untuk berpartisipasi dalam memajukan usaha di daerah tersebut.
 
"Kemendes menjadi bagian yang ikut serta dalam gerakan BBI dengan terus mengoptimalkan peran BUMDesa dan BUMDes Bersama," kata Halim secara virtual, Rabu, 1 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gernas BBI mengajak UMKM, BUMDesa dan BUMDes Bersama untuk naik kelas dengan menerapkan digitalisasi dalam menjalankan usahanya. Sejak dicanangkan tahun lalu, sudah ada 11,4 juta UMKM yang onboarding digital.
 
Ia menambahkan dengan digitalisasi membuat UMKM di Tanah Air lebih mudah untuk menjual produknya bahkan hingga menembus pasar internasional meski pandemi masih melanda.
 
"Keterbatasan justru mendorong kita untuk tetap berinovasi semangat dan bertransformasi menggali potensi diri dan menciptakan berbagai peluang. Gerakan ini disertai dengan gerakan kualitas dan daya saing, ini kata kunci dalam kompetisi," tutur Halim.
 
Bukan hanya memasukkan UMKM ke platform digital, Gernas BBI juga dilengkapi dengan edukasi dan pendampingan agar UMKM dalam negeri bisa benar-benar maju. Selain itu, tersedia 86 konten pelatihan pada situs BBI serta bantuan modal yang disalurkan oleh Himbara sebesar Rp4,2 triliun yang bisa diakses oleh BUMDesa dan BUMDes Bersama.
 
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Ban Indonesia Kaltim Tutuk S.H Cahyono mengatakan pihaknya siap memperluas ases pebiayaan dari lembaga keuangan formal bagi UMKM di Kaltim. Sehingga di masa mendatang UMKM-UMK tersebut berkembang dan berdaya saing.
 
"UMKM bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri dan jadi pahlawan devisa guna mendukung dan mengurangi CAD. Semoga produk lokal Indonesia dari Kaltim benar-benar semakin dicintai dan jadi kebanggaan untuk kita semua," ujar Tutuk.
 
Senada, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Muhammad Sa'Bani dengan adanya Gernas BBI diharapkan mampu membawa UMKM di Kaltim bangkit dari keterpurukan akibat tekanan pandemi melalui peningkatan kapasitas, pengembangan produk, peningkatan permodalan, promosi, pemasaran serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.
 
Ia melaporkan di daerahnya ada sekitar 370 ribu UMKM yang terdiri dari sektor kuliner lebih dari 93 ribu UMKM, industri pengolahan hambir 14 ribu UMKM, kerajinan sekitar 1.500 UMKM, perdagangan 170 ribu UMKM serta jasa 79 ribu UMKM.
 
"Dengan potensi yang besar tersebut, kita yakin akan bisa terus tumbuh dan berkembang tentunya dengan sangat cinta produk sendiri. Dengan Gernas BBI, kita harap akan jadi lokomotif kekuatan bangsa dalam menghadapi tantangan ekonomi dan pembangunan sebagai dampak covid-19," jelas Sa'Bani.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif