Ilustrasi PGN - - Foto: Medcom/ Suci Sedya
Ilustrasi PGN - - Foto: Medcom/ Suci Sedya

PGN Siap Perluas Infrastruktur Gas Bumi

Ekonomi pengelolaan gas bumi perusahaan gas negara (pgn)
Suci Sedya Utami • 13 Mei 2020 11:08
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk) PGN siap memperluas infrastruktur dan pemanfaatan (utilisasi) gas bumi dalam negeri. Komitmen tersebut disampaikan di usia PGN yang memasuki tahun ke-55.
 
Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan PGN telah mengelola hampir 96 persen infrastruktur hilir gas bumi dengan pangsa pasar niaga sebesar 92 persen dengan panjang pipa ±10 ribu KM.
 
Dari infrastruktur tersebut, PGN mendistribusikan gas bumi sebesar 3.000 billion british thermal unit per day (BBTUD) ke ±2.475 pelanggan komersial industri dan pembangkit listrik, serta ke 1.566 pelanggan kecil.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PGN juga mengalirkan gas ke lebih dari 390 ribu pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun investasi mandiri PGN, serta 12 stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan empat Mobile Refueling Unit (MRU).
 
Selain itu, PGN juga mengelola bisnis hulu lebih dari 28.200 barel setara minyak per hari (BOEPD). Pelanggan PGN ini tersebar di 59 kabupaten-kota di 17 provinsi di Indonesia.
 
"Di usia yang semakin matang ini, PGN akan melakukan optimalisasi pasokan, infrastruktur, serta pengelolaan pasar di seluruh Indonesia, regional, dan pasar internasional sehingga akan meningkatkan utilisasi gas bumi untuk kepentingan nasional," kata Gigih dalam keterangan resmi, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Menurutnya PGN berpeluang dapat mengembangkan bisnis-bisnis baru agar dapat meningkatkan volume gas. Apalagi laju konsumsi gas bumi Indonesia per tahun sebesar 39 miliar kubik meter atau masih jauh di bawah kemampuan produksi gas bumi Indonesia yang sebesar 73,2 miliar kubik meter.
 
Sesuai data SKK Migas 2018, kontribusi produksi gas nasional saat ini rata-rata sebesar 64,21 persen terhadap produksi migas nasional. Untuk kebutuhan domestik, telah disalurkan gas sebesar 3.995 BBTUD (59,95 persen) dan untuk ekspor telah disalurkan gas sebesar 2.669 BBTUD (40,05 persen).
 
“Masih terdapat ruang untuk pemanfaatan gas bumi yang dapat dilakukan melalui pembangunan infrastruktur dan pengembangan gas bumi di wilayah baru dalam rangka pemerataan akses, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Gigih.
 
PGN juga berkomitmen untuk menyukseskan berbagai program pemerintah terkait dengan gas bumi seperti program gasifikasi pembangkit listrik PLN, gasifikasi kilang Pertamina, transportasi, serta penyediaan gas untuk pengembangan kawasan industri, serta untuk merealisasikan program tersebut dibutuhkan investasi yang sangat besar.
 
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, terdapat major project berupa pembangunan infrastruktur pipa gas bumi dengan panjang pipa lebih dari 2.200 km. Penambahan infrastruktur pipa transmisi tersebut akan menstimulus pembukaan wilayah baru yang pada akhirnya akan meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"PGN tengah mengejar target penyelesaian jargas rumah tangga APBN. Terkait dengan program KPBU untuk Jargas, saat ini program telah memasuki tahap kajian lebih lanjut oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM dan direncanakan akan terealisasi dalam beberapa tahun ke depan,” ungkap Gigih.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif