NEWSTICKER
Jembatan Pulau Balang. Foto: dok MI.
Jembatan Pulau Balang. Foto: dok MI.

Pengusaha Khawatirkan Jembatan Pulau Balang Ganggu Kapal

Ekonomi infrastruktur
Media Indonesia • 20 Maret 2020 10:44
Jakarta: Pembangunan jembatan pulau Balang di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai mengganggu transportasi kapal. Pasalnya, ketinggian jembatan bisa menghambat kapal berlayar di perairan Teluk Balikpapan.
 
"Ketinggian jembatan (dari permukaan air saat kondisi pasang) tidak lebih dari 20 meter. Itu bisa mengganggu ruang gerak kapal yang beraktivitas di sekitarnya. Dan ini menjadi tidak ekonomis kalau jembatan menghalangi aktivitas kapal," kata Dewan Penasehat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Bambang Harjo Soekartono, Kamis, 19 Maret 2020.
 
Bambang menyatakan, jembatan penyeberangan teluk idealnya memiliki ketinggian 40 meter. Ia mencontohkan sejumlah jembatan serupa di negara-negara Eropa. "Jembatan di negara Eropa yang rendah sudah mulai dibongkar serta ketinggiannya dinaikkan agar kapal bisa melintas," paparnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebaliknya, ketinggian jembatan di perairan Teluk Balikpapan ini tidak cukup tinggi. Kawasan perairan Balikpapan masuk alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II menjadi perlintasan ratusan kapal internasional.
 
Bambang khawatir keberadaan proyek justru menggerus perekonomian masyarakat di Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU). Pasalnya, ongkos angkut transportasi darat melonjak drastis ketimbang transportasi laut.
 
Baca: Pembangunan Jembatan Pulau Balang Capai 58 Persen
 
"Jarak ke hulu sampai 200 kilometer masih bisa dijangkau kapal laut. Kalau ingin biaya angkutan logistik tetap murah, aktivitas kapal harus bisa dimaksimalkan, jangan sampai terganggu. Keberadaannya juga tidak berpengaruh terhadap pembangunan ibu kota negara baru," imbuhnya.
 
Bambang pun meminta pemerintah mengevaluasi teknis Jembatan Pulau Balang. Menurutnya perencanaan prematur berdampak langsung manfaat infrastruktur bagi masyarakat.Jembatan Pulau Balang melintasi perairan teluk menghubungkan Balikpapan dan PPU. Jembatan terdiri bentang panjang (1.250 meter) dan bentang pendek (500 meter).
 
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKPR) menargetkan penyelesaian proyek tahun ini. Proyek senilai Rp1,3 triliun itu memasuki 71 persen tahap pembangunan bentang panjang (804 meter). Sedangkan bentang pendek terbangun sepanjang 167 meter.
 
Proyek Jembatan Pulau Balang mulai bergulir pada 2011 silam dimasa kepemimpinan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.Jembatan diharapkan memperlancar arus transportasi trans Kalimantan. Jembatan Pulau Balang pun terkoneksi dengan akses jalan tol Balikpapan-Samarinda.
 
Jembatan Pulau Balang dilengkapi teknologi mutakhir sensor pemantauan kesehatan konstruksi jembatan. Sensor structural health monitoring system (SHMS) dipergunakan jembatan lain yakni Suramadu (Jawa Timur), Soekarno (Manado), Merah Putih (Ambon), dan Musi IV (Palembang).
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif